detikcom
Rabu, 01/05/2013 18:44 WIB

Tiga Pejabat Bulog Bandung Didakwa Korupsi Dana Raskin Rp 4,4 M

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Mantan Kepala Bulog Sub Divre Bandung Ruhyat Natajoeda menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (1/5/2013). Ruhyat didakwa bersama Nyimas Sukaesih, Kasi Administrasi dan Keuangan Sub Divre Bandung dan Muchlis, Wakil Kepala Sub Divre Bandung. Mereka disebut merugikan negara sebesar Rp 4,4 miliar.

Ketiganya didakwa dengan pasal berlapis, yaitu pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka pun diancam pidana penjara maksimal selama 20 tahun penjara.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), ketiganya dianggap telah bekerjasama menyelewengkan dana pendistribusian raskin. Hal itu pun dilakukan sejak tahun 2008 hingga 2010.

Perbuatan korupsi yaitu dilakukan dengan menaikkan biaya operasional pendistribusian raskin menjadi Rp 112 per kilogram. Padahal yang diterima oleh satuan kerja hanya Rp 107 per kilogram.

"Tarif itu diberlakukan sejak tahun 2008 hingga 2010," ujar JPI Luki saat membacakan dakwaan di ruang sidang I.

Pada tahun 2008, jumlah raskin yang disalurkan untuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang, mencapai 68 juta kilogram. Tahun 2009 sebanyak 77,3 juta kilogram dan tahun 2010 mencapai 69,9 juta kilogram.

"Pengajuan dana operasional sekaligus pemotongan dilakukan oleh Nyimas yang juga menjadi Koordinator Bidang Keuangan Tim Raskin," tuturnya.

Ruhyat dan Muklis sebagai atasan Nyimas dianggap mengetahui atau menyetujui hal tersebut. Perbuatan itu terjadi selama 3 tahun bahkan setelah ketiganya tidak menduduki posisi di struktural Sub Divre Regional Bandung.

Dari hasil pemotongan tiap tahun itu, mereka pun mengumpulkan Rp 4,418 miliar. Uang tersebut dibagikan ke sejumlah pejabat yaitu kasubdivre, wakasubdivre yang menjabat sejak tahun 2008 hingga 2010 seperti Ruhyat Natajoeda, Riska Nasution, Muchlis, Hasbullah, dan lainnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%