Rabu, 01/05/2013 16:25 WIB

Korupsi Proyek Pasar di Sumedang, 3 Terdakwa Divonis 1 Tahun Penjara

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Tiga terdakwa perkara korupsi pembangunan Pasar Ujung Jaya Kabupaten Sumedang dijatuhi hukuman masing-masing 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (1/5/2013). ,Dari nilai proyek Rp 720 juta, kerugian negara akibat perbuatan ketiganya mencapai Rp 100 juta.

Putusan untuk Wawan Wawan Ermawan, Popon Rosmayanti, dan Piping Susanto itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim GN Arthanaya dalam sidang yang digelar di ruang sidang I.

Wawan Ermawan merupakan konsultan perencana proyek tersebut, Popon Rosmayanti adalah Kabid Pemasaran dan Jaringan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumedang serta Piping Susanto sebagai rekanan pemilik CV. Tandang Asih Pratama.

Vonis tersebut lebih ringan 6 bulan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama 1,5 tahun.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan vonis pada ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan," ujar Arthanaya dalam amar putusannya.

Kerugian negara yang besarnya Rp 100 juta telah digantikan oleh ketiga terdakwa sebelumnya.

Kerugiaan negara dalam kasus ini diperoleh berdasarkan hasil kajian dan perhitungan dari tim independen yakni Balai Besar Bahan dan Barang Teknis Kementerian Perindustrian Jawa Barat. Tim menyimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan fisik di lapangan terutama dalam pengadaan bahan material bangunan yang terindikasi tidak sesuai dengan spek dan rencana anggaran belanja.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%