detikcom
Selasa, 30/04/2013 13:31 WIB

Nasabah Perusahaan Investasi Emas yang Kolaps Klaim Rugi Rp 40 M

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Sekitar 400 nasabah disebut-sebut bergabung dengan PT Lautan Emas Mulia (LEM) Cabang Bandung. Lantaran perusahaan investasi tersebut mengaku kolaps, total kerugian yang dialami nasabah mencapai puluhan miliar rupiah.

Pada 11 Maret 2013 lalu kabar menyesakkan dirasakan nasabah. Bak disambar petir, para nasabah cemas lantaran uang investasi emas tak tahu berada di mana. PT LEM dituding tidak bertanggung jawab.

"Perusahaan ini mengaku kolaps. Padahal sebelumnya menyatakan kondisi perusahaan sehat. Di Bandung saja ada 300 hingga 400 nasabah yang berinvestasi. Kalau kerugian semuanya diperkirakan 40 miliar rupiah," klaim pengacara nasabah, Jefry M Hutagalung, saat ditemui di kantor PT LEM, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Selasa (30/4/2013).

Jefri bersama seratusan nasabah PT LEM menggeruduk kantor tersebut. Menurut Jefri, awalnya operasional PT LEM berlangsung normal dalam menjalankan roda perusahaan. Janji memberikan keuntungan 2 hingga 4,5 persen per bulan dari angka investasi emas kepada nasabah tidak terhambat. Badai masalah tiba-tiba menerpa Maret lalu.

"Pembayaran keuntungan tidak berlanjut. Perusahaan mengaku berkondisi tidak maksimal. Tapi nasabah ini mempertanyakan kemana uang investasi hingga tidak jelas," ucap Jefri.

Menurut Jefri, PT LEM sempat berkomitmen kepada nasabah untuk mengembalikan uang dengan cara mencicil 0,47 persen selama 2014. "Kita hari ini tagih komitmen tersebut. Tapi yang terjadi sekarang kantornya sudah tutup dan tanpa keterangan jelas. Ini bukan kejahatan biasa, ini merugikan semua orang,"tutur Jefri.

Nasbah menginvestasikan emas berbentuk fisik dan nonfisik itu berasal dari beragam kalangan dan profesi. Satu nasabah nasabah ikut investasi rata-rata lebih satu kali. "Nasabah ini mulai tukang cendol, pegawai swasta, hingga pensiunan BUMN," ungkap Jefri.Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close