Minggu, 28/04/2013 18:28 WIB

Demokrat Turunkan Target Raihan Kursi DPRD Jabar

Oris Riswan Budiana - detikNews
Bandung - Partai Demokrat menurunkan target raihan kursi DPRD Jabar pada Pemilu 2014. Awalnya Demokrat ingin mempertahankan raihan 28 kursi. Tapi kini Demokrat hanya membidik 15 kursi.

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulandjana menyebut saat ini partainya sedang terombang-ambing. Hal itu dinilai akan berdampak negatif pada hasil pemilu nanti.

"Posisi kita sekarang ini lagi terombang-ambing, lagi turun. Untuk sementara target kita 15 persen," kata Iwan, Minggu (28/4/2013)

Target itu dinilai realistis. Tapi jika elektabilitas Demokrat kembali naik, target raihan kursi akan ditambah. "Kita berharap sampai akhir tahun ini posisi (elektabilitas) kita kembali naik," ungkap Iwan.

Ia berharap, raihan Demokrat nantinya minimal akan sama dengan raihan pada 2009. "Tapi sekarang kita realistis dulu," cetusnya.

Iwan menambahkan, semua kadernya akan bekerja lebih keras untuk meraih kursi sebanyak-banyaknya di DPRD Jabar.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ors/tya)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%