detikcom
Selasa, 23/04/2013 16:13 WIB

Korupsi Genset, Kejari Bandung Tahan Mantan Kepala Daop IV PT KAI

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menahan Mantan Kepala Daop IV Semarang PT KAI berinisial AW sejak Senin (22/4/2013). AW menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan genset pada tahun 2009 dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 2,5 miliar. AW mengikuti dua tersangka lainnya yang telah ditahan sejak Maret lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bandung Rinaldi Umar saat dihubungi via ponselnya, Selasa (23/4/2014).

"Kami menahan tersangka AW sejak Senin (22/4/2013) kemarin di Rutan Kebonwaru Bandung," ujar Rinaldi.

Ia menyebutkan, mantan Kepala Daop IV Semarang tersebut terjerat kasus korupsi saat ia menjabat sebagai Kabid Sarana Kereta PT KAI pada tahun 2009 lalu.

"Modus yang dilakukan tersangka yaitu saat pengadaan genset, seharusnya bisa dapat 11, ini hanya dapat 5 unit. Itu karena di-mark up," tuturnya.

Kerugian negara yang timbul akibat perbuatan terdakwa ditaksir Rinaldi mencapai Rp 2,5 miliar. "Kerugiannya di atas Rp 2,5 miliar. Tapi itu belum perhitungan resmi," kata Rinaldi.

Sebelumnya, Kejari Bandung juga telah menahan dua tersangka lainnya pada Maret lalu. Mereka yaitu dua orang rekanan AW yang diduga turut serta dalam korupsi. Rinaldi menargetkan, berkas kasus ini akan segera diserahkan ke pengadilan pada pertengahan Mei mendatang.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%