detikcom

Kamis, 18/04/2013 11:37 WIB

UN SMA Karut Marut, Ayi: Jadwal Pengumuman Hasil UN Belum Berubah

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Pelaksanaan Ujian Nasional 2013 tingkat SMA/SMK/MA banyak diwarnai ketidakberesan. Khusus di Bandung, ada soal dan lembar jawaban yang tertukar hingga kurangnya soal di beberapa sekolah. Meski demikian, sejauh ini rencana pengumuman UN belum berubah dari jadwal yang sudah ditentukan.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda saat dihubungi detikcom, Kamis (18/4/2013). "Sementara ini pengumuman hasil UN masih 24 Mei. Belum ada perubahan," ujar Ayi.

Menurut Ayi, kalaupun ada perubahan pengumuman hasil UN, itu akan terjadi secara nasional. "Karena ada beberapa provinsi yang tidak ujian secara serempak," kata Ayi.

Sementara itu, Ayi mengaku belum menerima laporan terkait banyaknya ketidakberesan dalam pelaksanaan UN di Kota Bandung.

"Nanti saya cek dulu kalau memang ada kasus seperti itu," singkatnya.

Kemarin, Koalisi Pendidikan Jabar melaporkan berbagai karut marut UN pada Ombudsman RI perwakilan Jabar. Ada enam permasalahan yang disoroti di antaranya soal dan lembar jawaban tertukar, kurangnya soal, hingga adanya dugaan jual beli lembar mirip jawaban.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%