Minggu, 07/04/2013 23:59 WIB

Banjir di Bandung Selatan, Ketinggian Air Capai 3,5 Meter

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Ketinggian air di tiga kecamatan yang berada Bandung Selatan terus meninggi. Saat ini ketinggian air di pemukiman berkisar 1 meter hingga 3,5 meter. Bahkan ketinggian air di Jalan Raya Banjaran dan Ciparay Kecamatan Baleendah mencapai 1,6 meter.

"Ketinggian air terus meninggi. Di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang ketinggian air 1 meter hingga 3,5 meter. Arusnya pun cukup deras di Baleendah dan Dayeuhkolot," ujar Kabid Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jabar Dadang Abdurrahman kepada detikcom, Minggu (7/4/2013).

Menurutnya tim SAR terus melakukan evakuasi pada warga yang rumahnya terendam banjir. Saat ini beberapa posko darurat sudah didirikan, yaitu untuk Dayeuhkolot di Posko Koramil, Leuwi Bandung di kantor PLN, Baleendah di Posko Taman Kota, Bojongsoang di GBA dan Gudang Tenggo. Menurutnya ribuan warga saat ini mengungsi.

Selain ketinggian air meninggi, banjir juga meluas. Belasan rumah di RW 13 Desa Desa Pamentasan Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung terendam banjir.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ern/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%