detikcom

Kamis, 04/04/2013 14:16 WIB

Panitia SBMPTN di Bandung Siapkan Kuota 40 Ribu Peserta

Oris Riswan Budiana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Panitia lokal (Panlok) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Kota Bandung menyiapkan kuota 40 ribu peserta untuk masuk ke empat kampus negeri di Bandung.

Keempat kampus itu masing-masing Universitas Padjadjaran (Unpad), Institus Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

"Tahun ini kita menargetkan 40 ribu (peserta) saja dulu," kata Sekretaris Panlok SBMPTN Bandung Asep Gana Suganda di Kampus Unpad, Jalan Diupatiukur, Kota Bandung, Kamis (4/4/2013).

Kuota 40 ribu peserta itu untuk tiga program studi yaitu saintek (dulu IPA), sosial humaniora (dulu IPS), dan campuran. Kuota untuk saintek adalah 14.500 orang, sosial humaniora 15.000 orang, dan campuran 10.500 orang. Sementara total yang akan diterima di empat perguruan tinggi itu hanya 11.603 orang.

Tahun lalu panlok menyediakan kuota 36.200 orang. Tapi pendaftar membeludak hingga 40.300 orang. Berkaca dari hal itu, panlok menyiapkan kuota cadangan untuk 2 ribu orang.

Proses pendaftaran dibuka mulai 13 Mei hingga 7 Juni secara online. Untuk informasi pendaftaran dan cara pendaftaran bisa dilihat pada laman http://ujian.sbmptn.or.id. Sedangkan cara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan bisa diunduh dari laman http://download.sbmptn.or.id mulai 30 April.

Pelaksanaan ujian tertulis digelar pada 18-19 Juni. Sedangkan ujian keterampilan digelar 20 dan atau 21 Juni.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ors/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
72%
Kontra
28%