Senin, 01/04/2013 15:09 WIB

Buronan di Dunia Maya Ini Jadi Penipu Gara-gara Galau

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Kiprah DH (32) menjadi penipu sudah berlangsung sejak 2009. Sasarannya mayoritas netter (pengguna internet) yang menjual barang elektronik seperti telepon genggam via sejumlah website jual beli. Lantaran netter kesal, DH pun dilabeli 'buronan' yang diumumkan ke beberapa situs komunitas, forum, dan jejaring sosial. Mantan vokalis Arya band ini mengaku menjadi penipu gara-gara galau.

"Band dibentuk 2007 harus bubar 2009 lalu. Saya hanya punya kemampuan bermusik dan bikin lagu. Saya frustasi. Mesti ngapain setelah itu. Pokoknya galau," ucap pria tersebut di Mapolsek Astanaanyar, Jalan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin (1/4/2013).

DH dan personel Arya band pernah menelurkan album indie label dengan hits lagu 'Bukan Pria Sempurna'. Ia yang terbiasa hidup berkecukupan dari hasil kerja sebagai pemusik, akhirnya goyah setelah impiannya meramaikan jagat musik tanah air harus kandas.

Selama nganggur hingga 2010, DH melakukan penipuan dengan modus konvensional. Ia menawarkan barang kepada teman dan netter, tapi setelah uang diperoleh, barang yang diinginkan pembeli tidak kunjung datang.

"Pernah saya menipu dengan berpura-pura menjual gitar kepada crew Peterpan. Selain itu mencuri satu set kamera milik Eno drumer Netral," ungkap pria bertubuh gemuk ini.

DH pun mulai menemukan modus baru pada 2011 lalu. Ia terpikir memperluas aksi penipuan hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia. "Modusnya mendatangi langsung korban yang memasang iklan di internet. Ya biar percaya. Saya berpura-pura sudah membayar melalui transfer ke rekening korban. Saat itu diperlihatkan langsung bukti transfer itu yang tercantum dalam isi pesan di telepon genggam milik saya. Padahal, uang belum terkirim karena saya tidak memencet PIN untuk proses pengiriman," ungkap DH.

Ia berpindah dari satu kota ke kota lainnya lantaran nyambi sebagai guide. Kebetulan DH mencoba bisnis travel karena punya keahlian berbahasa Inggris. Sewaktu mengantar klien ke salah satu kota, DH pun mulai beraksi di kota yang sedang disinggahinya. Ia bergegas mencari netter di kota itu yang memasang iklan menjual telepon genggam di situs jual beli. "Selain Bandung, pernah saya menipu di Medan, Bali, Surabaya, dan Jakarta," ucapnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%