detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 01/04/2013 15:09 WIB

Buronan di Dunia Maya Ini Jadi Penipu Gara-gara Galau

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Kiprah DH (32) menjadi penipu sudah berlangsung sejak 2009. Sasarannya mayoritas netter (pengguna internet) yang menjual barang elektronik seperti telepon genggam via sejumlah website jual beli. Lantaran netter kesal, DH pun dilabeli 'buronan' yang diumumkan ke beberapa situs komunitas, forum, dan jejaring sosial. Mantan vokalis Arya band ini mengaku menjadi penipu gara-gara galau.

"Band dibentuk 2007 harus bubar 2009 lalu. Saya hanya punya kemampuan bermusik dan bikin lagu. Saya frustasi. Mesti ngapain setelah itu. Pokoknya galau," ucap pria tersebut di Mapolsek Astanaanyar, Jalan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin (1/4/2013).

DH dan personel Arya band pernah menelurkan album indie label dengan hits lagu 'Bukan Pria Sempurna'. Ia yang terbiasa hidup berkecukupan dari hasil kerja sebagai pemusik, akhirnya goyah setelah impiannya meramaikan jagat musik tanah air harus kandas.

Selama nganggur hingga 2010, DH melakukan penipuan dengan modus konvensional. Ia menawarkan barang kepada teman dan netter, tapi setelah uang diperoleh, barang yang diinginkan pembeli tidak kunjung datang.

"Pernah saya menipu dengan berpura-pura menjual gitar kepada crew Peterpan. Selain itu mencuri satu set kamera milik Eno drumer Netral," ungkap pria bertubuh gemuk ini.

DH pun mulai menemukan modus baru pada 2011 lalu. Ia terpikir memperluas aksi penipuan hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia. "Modusnya mendatangi langsung korban yang memasang iklan di internet. Ya biar percaya. Saya berpura-pura sudah membayar melalui transfer ke rekening korban. Saat itu diperlihatkan langsung bukti transfer itu yang tercantum dalam isi pesan di telepon genggam milik saya. Padahal, uang belum terkirim karena saya tidak memencet PIN untuk proses pengiriman," ungkap DH.

Ia berpindah dari satu kota ke kota lainnya lantaran nyambi sebagai guide. Kebetulan DH mencoba bisnis travel karena punya keahlian berbahasa Inggris. Sewaktu mengantar klien ke salah satu kota, DH pun mulai beraksi di kota yang sedang disinggahinya. Ia bergegas mencari netter di kota itu yang memasang iklan menjual telepon genggam di situs jual beli. "Selain Bandung, pernah saya menipu di Medan, Bali, Surabaya, dan Jakarta," ucapnya.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bbn/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%