detikcom
Jumat, 15/03/2013 11:25 WIB

PDIP Jabar Seleksi 1.500 Bakal Caleg

Oris Riswan Budiana - detikNews
Bandung - DPD PDIP Jabar kini sedang menggodok para bakal caleg yang akan bertarung pada Pemilu Legislatif 2014. Total ada 1.500 bakal caleg yang sudah daftar dan kini sedang diseleksi ketat.

"Untuk DPRD Jabar ada 200 orang yang daftar. Kalau untuk DPRD kota/kabupaten di Jabar totalnya sekitar 1.300 orang yang daftar," ujar Sekretaris DPD PDIP Jabar Gatot Tjahjono saat dihubungi detik.com, Jumat (15/3/2013).

Proses pendaftaran bakal caleg sudah selesai. Kini berbagai proses seleksi sedang dilakukan PDIP, di antaranya psikotes dan tes urine. Hasil tes itu jadi bagian dari penilaian PDIP untuk menentukan siapa yang akan diusung sebagai caleg.

"Dengan psikotes kita ingin tahu rekam jejak psikologis para bakal caleh. Untuk tes urine, kita ingin memastikan caleg yang diusung bebas dari narkoba," jelasnya.

PDIP, kata Gatot, membuka pendaftaran bakal caleg secara terbuka. Orang di luar PDIP juga bisa mendaftar. Tapi tentu ada penilaian khusus agar bakal caleg dari eksternal PDIP bisa diusung.

"Untuk dari luar partai, kita ingin mengusung orang yang punya kemampuan dan basis massa yang kuat karena kita juga ingin mendongkrak suara partai pada pemilu nanti," tutur Gatot.

Sementara untuk bakal caleg yang kini sudah jadi anggota DPRD, kinerja mereka selama jadi wakil rakyat jadi penilaian tersendiri. Sedangkan bagi orang yang duduk di struktur kepengurusan partai, kinerjanya selama jadi pengurus juga jadi bagian penilaian.

Hingga kini proses seleksi masih berlangsung. Sedangkan bulan depan rencananya seluruh daftar caleg sementara (DCS) dari kota/kabupaten dan tingkat Jabar akan diserahkan ke DPP PDIP untuk dipilih dan diusung sebagai caleg.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ors/ern)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%