detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 10/03/2013 15:00 WIB

23 Parpol Nonparlemen Usung Ridwan Kamil Jadi Cawalkot Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Sebanyak 23 partai politik nonparlemen mengusung penuh Ridwan Kamil atau Kang Emil maju sebagai bakal calon Walikota Bandung dalam ajang Pilwalkot 2013. Kang Emil mendeklrasikan diri maju membidik posisi Bandung 1, di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Minggu (10/3/2013).

"Kami para ketua dari 23 parpol nonparlemen sudah sepakat mendukung Ridwan Kamil. Kami siap bersama-sama mengantar Ridwan untuk daftar ke KPU Bandung," jelas Ketua Koordinator 23 Parpol Nonparlemen, Ade Budiman, kepada wartawan di sela-sela deklarasi Ridwan Kamil

Ade menjelaskan, parpol nonparlemen itu antara lain Partai Republikan, Partai Nasional Benteng Kerakyatan, Partai Pelopor, Partai Marhaen, PPD, dan PPDI. Selama dua bulan Ade dan ketua parpol norparlemen menjalin komunikasi dengan Ridwan. Tekad bulat pun disepakati dengan pertemuan 23 parpol nonparlemen di Hotel Karang Setra pekan lalu. Sekretariat besama pengusungan Ridwan pun disiapkan di Jalan Eckam No.9, Kota Bandung.

"Kami butuh sosok muda yang cerdas. Itu ialah Ridwan Kamil. Tentu harapan kami Bandung butuh perubahan lewat kontribusi Ridwan yang selama ini ide-idenya diakui di mata dunia. Masa potensi warga asli Bandung ini dibiarkan," ucap Ade penuh semangat.

Bila suara digabungkan, 23 nonparlemen itu hanya mengantongi 6,47 persen. Artinya langkah Ridwan dipastikan terganjal lantaran belum memenuhi 15 persen suara. Maka itu, kata Ade, komunikasi politik gencar dilakukan dengan partai parlemen seperti Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) guna mendongkrak dukungan untuk Kang Emil.

"Kalau digabungkan dengan Gerindra, dan PPP, bisa mencapai 16 persen. Tinggal nanti siapa yang cocok mendampingi Ridwan," kata Ade yang juga menjabat Ketua DPC PNBK Kota Bandung.

Menurut Ade, mengusung Ridwan menjadi calon Walikota Bandung merupakan harga mati. Jika peta politik berubah yang mengakibatkan Ridwan dipasang sebagai Bandung 2 atau wakil walikota, Ade dan kawan-kawan bakal mengalihkan dukungan. "Kalau seperti itu, 23 nonparlemen siap menarik dukungan. Ridwan itu pantas menduduki kursi Bandung Satu," tutur Ade.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bbn/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%