detikcom
Jumat, 01/03/2013 16:12 WIB

Pilgub Jabar

Jumlah Pemilih Golput di Kota Bandung Capai 30 Persen

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Sebanyak 30 persen atau 517.990 pemilih di Kota Bandung tidak menggunakan hak pilihnya atau golput. Angka ini lebih besar dari suara yang diperoleh para kandidat. Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang keluar sebagai jawara Pilgub Jabar hanya memperoleh 372.865 suara.

Peringkat kedua pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana meraih 356.958 suara. Sementara di posisi ketiga Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki mendapat 342.079 suara, peringkat keempat Irianto MS. Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim mendapat 47.542 suara, dan peringkat lima Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep N.S. Toyin memperoleh 29.599 suara.

Hal tersebut terungkap setelah KPU Kota Bandung menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jabar di Hotel Lingga, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (1/3/2013). Komisioner KPU Kota Bandung Evi Ariadne Shinta membacakan hasil keseluruhan rekapitulasi suara masing-masing pasang calon.

Dari jumlah pemilih di Kota Bandung yang mencapai 1.703.409, yang menggunakan hak pilihnya 1.185.419. "Jumlah suara sah 1.149.042, dan suara tidak sah 36.377. Total suara sah dan tidak sah 1.185.419," jelas Evi.

Rapat pleno tersebut dihadiri pihak KPU Kota Bandung, Panwaslu Kota Bandung, PPK dari 30 kecamatan, saksi tiap pasangan calon, dan tim kampanye. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 10.30 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Penghitungan diawali Kecamatan Sukasari, dan diakhiri Kecamatan Mandaljati.

Ketua PPK dari 30 kecamatan bergiliran membacakan hasil rekapitulasi suara. Aher-Deddy meraih kemenangan di 18 kecamatan yakni Sukasari, Coblong, Sukajadi, Cidadap, Batununggal, Cibeunying Kidul, Kiaracondong, Cibeunying Kaler, Antapani, Bandung Kidul, Buahbatu, Rancasari, Arcamanik, Cibiru, Ujungberung, Gedebage, Panyileukan, dan Mandalajati.

"Ini merupakan hasil rekapitulasi di tingkat Kota Bandung," singkat Evi melalui pengeras suara.






Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
51%
Kontra
49%