detikcom

Kamis, 28/02/2013 18:18 WIB

Merasa Tidak Salah dalam Kasus BJB, Aher: Saya Tenang Aja Lah

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan tidak terkait dalam kasus dugaan kredit fiktif di Bank BJB yang kini dilaporkan ke KPK. Ia mengaku merasa tenang-tenang saja karena tidak melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan padanya.

"Kan BJB sudah klarifikasi. Gubernur apa kaitannya di situ. Itu kan hanya diduga. Diduga punya saham gede sehingga mempengaruhi. Diduga. Dan dugaan itu tidak benar. Gitu kan. Selesai jawabannya," ujar Heryawan yang ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kamis (27/2/2013).

Saat disinggung apakah dirinya akan melaporkan balik orang yang melaporkannya, Aher pun terlihat tak begitu tertarik. "Ya lihat saja lah," katanya.

Lebih lanjut Aher menuturkan, dirinya merasa tenang dan aman saja meski mendapatkan tuduhan seperti itu. "Tenang aja lah, yg penting kan ketika tidak berbuat mah aman aja lah urusannya. Ketika kita disalahkan, orang enggak salah kok. Aman aja," tutur Heryawan sambil melenggang.

Seperti diberitakan sebelumnya Juru Bicara KPK Johan Budi mengaku menerima laporan dugaan kredit fiktif dari BJB ke salah satu koperasi di Sukabumi. KPK masih mempelajari kasus ini.

Sementara pihak BJB melalui Pimpinan Divisi Corporate Secretary Sofi Suryasnia mengungkapkan Koperasi Bina Usaha yang berkedudukan di Sukabumi ini memiliki track record yang baik dan masuk dalam 100 koperasi umum terbesar. Selain itu, KBU juga pernah mendapat penghargaan sebagai Koperasi Serba Usaha (KSU) terbaik No 2 di Indonesia.

Diakui Sofi, Bank BJB memberikan kredit kepada koperasi tersebut senilai Rp 38,7 miliar. Menurut Sofi sebagaimana kredit pada umumnya, kredit pada koperasi ini juga memberikan keuntungan bagi Bank BJB berupa pendapatan bunga.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(tya/ern)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%