Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/02/2013 21:34 WIB

Nilai Kerugian Perampokan Pegadaian Syariah Rp 2 Miliar

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Nilai kerugian dari aksi perampokan di Pegadaian Syariah di Jalan Sariasih No 13, Senin (25/2/2013), ditaksir mencapai angka Rp 2 miliar. Sebelumnya Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso menyebut jika kerugian yang timbul yaitu uang Rp 60 juta dan emas 20 gram.

"Dari hasil laporan dari pihak pegadaian, kerugiannya mencapai Rp 2,062 miliar," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko pada wartawan saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (26/2/2013).

Kerugian tersebut terdiri dari Rp 60 juta uang tunai, 10 keping emas seberat 75 gram dan 497 kantong emas.

Truno mengatakan, hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku. Termasuk menunggu keterangan dari saksi korban, yaitu satpam pegadaian, Yanto Ahmad (33) yang kini masih mendapatkan perawatan di RS Hasan Sadikin.

"Kami masih penyelelidikan. Analisis hasil identifikasi di lokasi, kendaraan yang digunakan pelaku dan juga rekaman CCTV," terangnya.

Saksi yang telah dimintai keterangan sampai saat ini ada 6 orang. Berdasarkan rekaman CCTV, aksi perampok nekat ini berlangsung sekitar 4 menit.

Lebih lanjut, ditanya soal pistol yang digunakan pelaku, Truno menyatakan bahwa pistol adalah jenis rakitan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%