Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,844.000
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,703.000
Berita Lain
-
Kamis, 23/05/2013 19:59 WIB
Pita Cukai Palsu Miras Impor Rp 3,9 M Diproduksi di Bekasi -
Kamis, 23/05/2013 15:41 WIB
Dewan Segera Selesaikan Rekomendasi Pencabutan IMB Baksil -
Kamis, 23/05/2013 14:54 WIB
PT KA Segel Toko Sari Raos Cihampelas -
Kamis, 23/05/2013 12:24 WIB
Bruk, Rumah di Jalan Moch Toha Tiba-tiba Rubuh -
Kamis, 23/05/2013 11:45 WIB
Pemalsu Pita Cukai Miras Impor Senilai Rp 3,9 M Ditangkap di Bandung -
Kamis, 23/05/2013 10:43 WIB
Usai Diperiksa KPK, Dada Rosada 'Menghilang'
Indeks Berita
Forum Bandung
Selasa, 26/02/2013 14:37 WIB
Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Quick Count Pilgub Jabar
Oris Riswan Budiana - detikBandung
ilustrasi quick count LSI
Bandung -
KPU Jabar belum tuntas menghitung rekapitulasi suara pada Pilgub Jabar 2013. Namun hasil pilgub berdasarkan quick count dari berbagai lembaga survei bermunculan dan menempatkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sebagai pemenang. Masyarakat pun diminta cerdas menyikapi hasil quick count.
"Quick count hanya sebagai pembanding atau alat kontrol terhadap hasil pilgub. Masyarakat harus cerdas menyikapi quick count," kata Ketua Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Jurusan Statistika Universitas Padjadjaran (Unpad), Toni Toharudin, di Kampus MIPA Unpad, Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).
Hasil beberapa lembaga survei menunjukkan perbedaan satu sama lain. Sebab metode yang digunakan berbeda satu sama lain. Sehingga hasil quick count tidak bisa jadi patokan utama hasil pilgub nanti.
"Kesimpulannya quick count ini sangat riskan jadi penentu hasil akhir pilgub," tegasnya.
Toni mengatakan tingkat akurasi quick count sebenarnya sangat tinggi untuk memprediksi hasil pilgub. Tapi itu tergantung desain sampling yang dilakukan. "Dan ternyata tidak semua lembaga survei menampilkan margin of error-nya," cetusnya.
Selain itu, beberapa lembaga survei juga tidak memberi penjelasan ke publik berapa TPS yang jadi sampling, serta metode yang digunakannya.
Saat ini, kata Toni, sebaiknya masyarakat berpatokan pada hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Jabar pada 3 Maret untuk mengetahui pemenang pilgub.
(ors/ern)
Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Quick Count Pilgub Jabar
Oris Riswan Budiana - detikBandung
ilustrasi quick count LSI
"Quick count hanya sebagai pembanding atau alat kontrol terhadap hasil pilgub. Masyarakat harus cerdas menyikapi quick count," kata Ketua Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Jurusan Statistika Universitas Padjadjaran (Unpad), Toni Toharudin, di Kampus MIPA Unpad, Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).
Hasil beberapa lembaga survei menunjukkan perbedaan satu sama lain. Sebab metode yang digunakan berbeda satu sama lain. Sehingga hasil quick count tidak bisa jadi patokan utama hasil pilgub nanti.
"Kesimpulannya quick count ini sangat riskan jadi penentu hasil akhir pilgub," tegasnya.
Toni mengatakan tingkat akurasi quick count sebenarnya sangat tinggi untuk memprediksi hasil pilgub. Tapi itu tergantung desain sampling yang dilakukan. "Dan ternyata tidak semua lembaga survei menampilkan margin of error-nya," cetusnya.
Selain itu, beberapa lembaga survei juga tidak memberi penjelasan ke publik berapa TPS yang jadi sampling, serta metode yang digunakannya.
Saat ini, kata Toni, sebaiknya masyarakat berpatokan pada hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Jabar pada 3 Maret untuk mengetahui pemenang pilgub.
(ors/ern)



Sending your message
