detikcom
Sabtu, 23/02/2013 23:59 WIB

Dua Pelaku Spanduk Black Campaign Bisa Dijerat Pidana Pemilu

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Beberapa jam jelang pencoblosan Pilgub Jabar 2013, kubu kandidat nomor urut empat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, menangkap dua pria berinisial R dan AN yang diduga akan memasang spanduk black campaign. Panwaslu Jabar menyebut spanduk yang dibawa dua pria tersebut memang berkategori black campaign.

"Saya sudah lihat, spanduk itu memang termasuk black campaign. Ya, karena ingin menjelek-jelekan salah satu pasangan calon. Kedua orang itu melanggar pidana Pemilu. Ancaman hukumannya kurungan dan denda," jelas Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat saat ditemui wartawan di kantor Panwaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Sabtu (23/2/2013).

Ihat megatakan, pihaknya akan mengkaji mendalam terkait laporan kubu Aher-Deddy perihal upaya black caimpaign tersebut. "Proses klarifikasi sedang kami lakukan terhadap dua orang yang dilaporkan ini. Setelah itu kami akan melakukan pengkajian, lalu gelar perkara melibatkan unsur Gakumdu," ucapnya.

Nantinya, sambung dia, dari Gakumdu memberikan masukan kepada Panwaslu. Kemudian Panwaslu melakukan pleno, dan bisa rekomendasikan perkara ini kepada pihak kepolisian untuk proses penyidikan.

"Kalau orang menyuruh dan pihak percetakan tidak diatur penanganan hukumnya oleh Panwaslu. Karena bukan pidana Pemilu. Kecuali pihak pelapor melaporkan kepada polisi, pesuruh dan pemilik percetakan itu bisa kena pidana umum soal membantu melakukan atau turut serta," tutur Ihat.

Hingga pukul 23.30 WIB, dua pria itu masih dimintai keteranga oleh petugas Panwaslu Jabar.

Keduanya tertangkap tangan di depan sebuah percetakan di Jalan Lengkong Bandung sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (23/2/2013).

Keduanya memesan 100 spanduk namun yang sudah dicetak baru 70 buah. Spanduk ukuran 1x3 meter itu bergambar cover Majalah Tempo yang akan terbit Senin besok (25/2/2013). Di sana terlihat wajah Aher yang memegang buku tabungan dengan judul 'Runyam Aher dibobol bank'. Ada juga logo Bank BJB. Tertulis juga 'silahkan hubungi agen terdekat'. Keduanya mengaku disuruh oleh koordinator tim media salah satu kandidat.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%