detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 23/02/2013 23:59 WIB

Dua Pelaku Spanduk Black Campaign Bisa Dijerat Pidana Pemilu

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Beberapa jam jelang pencoblosan Pilgub Jabar 2013, kubu kandidat nomor urut empat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, menangkap dua pria berinisial R dan AN yang diduga akan memasang spanduk black campaign. Panwaslu Jabar menyebut spanduk yang dibawa dua pria tersebut memang berkategori black campaign.

"Saya sudah lihat, spanduk itu memang termasuk black campaign. Ya, karena ingin menjelek-jelekan salah satu pasangan calon. Kedua orang itu melanggar pidana Pemilu. Ancaman hukumannya kurungan dan denda," jelas Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat saat ditemui wartawan di kantor Panwaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Sabtu (23/2/2013).

Ihat megatakan, pihaknya akan mengkaji mendalam terkait laporan kubu Aher-Deddy perihal upaya black caimpaign tersebut. "Proses klarifikasi sedang kami lakukan terhadap dua orang yang dilaporkan ini. Setelah itu kami akan melakukan pengkajian, lalu gelar perkara melibatkan unsur Gakumdu," ucapnya.

Nantinya, sambung dia, dari Gakumdu memberikan masukan kepada Panwaslu. Kemudian Panwaslu melakukan pleno, dan bisa rekomendasikan perkara ini kepada pihak kepolisian untuk proses penyidikan.

"Kalau orang menyuruh dan pihak percetakan tidak diatur penanganan hukumnya oleh Panwaslu. Karena bukan pidana Pemilu. Kecuali pihak pelapor melaporkan kepada polisi, pesuruh dan pemilik percetakan itu bisa kena pidana umum soal membantu melakukan atau turut serta," tutur Ihat.

Hingga pukul 23.30 WIB, dua pria itu masih dimintai keteranga oleh petugas Panwaslu Jabar.

Keduanya tertangkap tangan di depan sebuah percetakan di Jalan Lengkong Bandung sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (23/2/2013).

Keduanya memesan 100 spanduk namun yang sudah dicetak baru 70 buah. Spanduk ukuran 1x3 meter itu bergambar cover Majalah Tempo yang akan terbit Senin besok (25/2/2013). Di sana terlihat wajah Aher yang memegang buku tabungan dengan judul 'Runyam Aher dibobol bank'. Ada juga logo Bank BJB. Tertulis juga 'silahkan hubungi agen terdekat'. Keduanya mengaku disuruh oleh koordinator tim media salah satu kandidat.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bbn/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%