Selasa, 19/02/2013 08:11 WIB

Icip-icip Dim Sum di Kedai 168

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Makanan ini biasa disebut dim sum. Jenis camilan yang biasa dijadikan sebagai menu teman meminum teh masyarakat Tionghoa ini memang sudah banyak diminati masyarakat Indonesia.

Di Bandung, banyak restoran, kafe, hingga kios pinggiran yang menjual dim sum. Dari yang memiliki cita rasa autentik Cina sampai yang sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia alias fussion dim sum.

Di negara asalnya, dalam proses pembuatan dim sum biasanya ada bahan yang mengandung babi. Tapi tidak perlu khawatir karena saat ini di Indonesia banyak dim sum yang sudah halal.

Salah satu yang menyediakan menu dimsum adalah Kedai Dim sum 168. Sudah 4 tahun kedai ini menyajikan aneka jenis dim sum. Penjualannya yakni dengan bergerilya di food court dan bisnis catering.

"Awalnya buka resto, tapi kita berpikir bagaimana agar orang-orang lebih mudah bisa menyantap dim sum. Kalau di food court ini kan orang kalau mau pesan satu jenis dim sum saja tidak masalah. Kalau di restoran kan canggung," ujar sang pemilik Rudi Ho, kepada detikbandung.

Ada 15 varian dim sum yang dijual. Di antaranya yakni siomay, hakau, kwotie, angsio ceker ayam, lumpia, hisit, dan pangsit.

"Sebetulnya jenis dim sum itu banyak. Tapi kita menjual yang sudah umum saja, yang masyarakat sudah banyak tahu. Seiomay, hakau itu kan sudah umum," terangnya.

Satu porsi Kedai Dim Sum 168 terdapat tiga hingga 4 buah dimsum. Satu porsinya dibanderol Rp 16 ribu. Rudi mengklaim harga dimsumnya ini cukup murah jika dibandingkan dengan dimsum-dimsum lainnya.

"Harganya bisa murah soalnya kan kita buat sendiri. Selain itu kita memakai bahan yang berkualitas. Hakau saja kita pakai udang satuan, sesuai dengan aturan dim sum. Bukan udang cincang," ungkapnya.

Selain dimsum yang populer seperti siomay, hakau dan lainnya. Di kedai dim sum 168 ini juga memiliki menu ayam hainan, bebek hainan, dan steamboat. Aneka menu dim sum ini bisa didapat di foodcourt Kartika Sari, BEC, IBCC, Toko You, Miko Mall, Krang Kring dan Pasar Cisangkuy.

"Andalan kita itu angsio ceker ayam. Tidak tahu kenapa, tapi selalu laris manis," tutupnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%