Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,808.000 -
Rp 3,253.000
Berita Lain
-
Rabu, 22/05/2013 17:53 WIB
PKS Dirundung Masalah, Ridwan Kamil Tetap Optimistis Hadapi Pilwalkot 2013 -
Rabu, 22/05/2013 16:59 WIB
Kosmetik Ilegal Buatan Sumedang Beredar di Kalimantan dan Sumatera -
Rabu, 22/05/2013 16:30 WIB
Erwan Setiawan Janjikan Bantuan Permodalan Industri Rumahan -
Rabu, 22/05/2013 15:58 WIB
Pasangan RIDO Luncurkan Kartu Bandung Juara dan I Love Bandung -
Rabu, 22/05/2013 15:37 WIB
BBPOM Bandung Gerebek Rumah Produksi Kosmetik Ilegal di Sumedang -
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
LBH dan Walhi Buka Posko Gugatan untuk Pemkot
Indeks Berita
Forum Bandung
Senin, 18/02/2013 17:44 WIB
Dinkes Kota Bandung Siap Awasi Penjualan Dextro
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung -
Dinas Kesehatan Kota Bandung siap mengawasi penjualan pil dextro di apotik dan toko obat. Langkah tersebut dilakukan setelah Polda Jabar menyampaikan rekomendasi kepada Dinkes Jabar dan Balai Besar Pengendalian Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung agar mengendalikan dan mengawasi peredaran obat batuk tersebut.
Selama ini dextro kerap dikonsumsi berlebihan atau disalahgunakan masyarakat untuk teler. Tak sedikit berujung kematian bagi penggunanya.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti apotik dan toko obat. Intinya saya setuju dan siap mendukung adanya pengendalian dan pengawasan penjualan dextro," jelas Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara kepada wartawan, Senin (18/2/2013).
Selain harus mengantongi resep untuk membeli dextro sebagai upaya menekan penyalahgunaan, petugas apotik dan toko obat diminta mencatat identitas pembelinya.
"Pihak apotik, dan toko obat juga harus memberikan informasi penggunaan obat itu," kata Ahyani.
Pil dextro merupakan obat batuk yang dijual bebas tanpa resep dokter. Dibanderol Rp 5 ribu per 20 butir. Pil berwarna kuning itu sering disalahgunakan serta dicampur minuman suplemen, dan miras. Mengonsumsi berlebihan dextro kerap berujung kematian.
Melihat hasil survei itu, Yayat mengaku jadi bahan evaluasi. "Kita akan terus melakukan sosialisasi agar partisipasi warga meningkat," tandasnya.
(bbn/ern)
Dinkes Kota Bandung Siap Awasi Penjualan Dextro
Baban Gandapurnama - detikBandung
Selama ini dextro kerap dikonsumsi berlebihan atau disalahgunakan masyarakat untuk teler. Tak sedikit berujung kematian bagi penggunanya.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti apotik dan toko obat. Intinya saya setuju dan siap mendukung adanya pengendalian dan pengawasan penjualan dextro," jelas Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara kepada wartawan, Senin (18/2/2013).
Selain harus mengantongi resep untuk membeli dextro sebagai upaya menekan penyalahgunaan, petugas apotik dan toko obat diminta mencatat identitas pembelinya.
"Pihak apotik, dan toko obat juga harus memberikan informasi penggunaan obat itu," kata Ahyani.
Pil dextro merupakan obat batuk yang dijual bebas tanpa resep dokter. Dibanderol Rp 5 ribu per 20 butir. Pil berwarna kuning itu sering disalahgunakan serta dicampur minuman suplemen, dan miras. Mengonsumsi berlebihan dextro kerap berujung kematian.
Melihat hasil survei itu, Yayat mengaku jadi bahan evaluasi. "Kita akan terus melakukan sosialisasi agar partisipasi warga meningkat," tandasnya.
(bbn/ern)



Sending your message