Jumat, 15/02/2013 08:56 WIB

Pecinta Musang Ngariung di Komunitas MBC

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Pecinta binatang kini sudah ramai membuat komunitasnya masing-masing. Tak hanya melulu komunitas binatang peliharaan lucu seperti kucing, kelinci atau anjing. Musang pun ternyata mulai banyak digemari untuk dipelihara.

Para pemelihara dan pecinta musang ini tergabung dalam Musang Bandung Community (MBC). Komunitas ini berdiri sekitar Mei 2022 lalu. Niatnya mulia, komunitas ini bertujuan untuk melestarikan musang dari ambang kepunahan.

"Karena sebagian daerah di Jabar, musang ini masih dianggap hama. Dagingnya juga masih ada yang sering mengonsumsi," ujar Ketua MBC Bandung, Arya, kepada detikbandung.

Melalui komunitas ini, lanjut Arya, diharapkan bisa ikut melestarikan musang yang sebagian jenisnya sudah hampir punah.

"Jangka panjangnya kita memang ingin juga bisa mengembangbiakan musang ini. Sudah ada pemikiran ke sana, tapi belum karena ilmu kita masih sedikit, dan orang banyak yang belum mengerti. Belum seperti kucing atau kelinci yang sudah umum," terang Arya.

Namun tanpa menyerah, komunitas yang beranggotakan sekitar 100 orang ini giat mensosialisasikan musang di tempat umum. Seperti di Monumen Perjuangan atau di Car Free Day.

"Kegiatan kita masih sebatas sosialisasi tentang musang. Bahwa musang itu bisa dijinakkan dan bisa jadi hewan rumahan," terangnya.

Tertarik untuk bergabung dengan komunitas ini, bisa kunjungi akun facebook: Musang Bandung Community.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%