Detik.com News
Detik.com

Jumat, 21/12/2012 11:53 WIB

Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Sidak Pasar

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - im Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke sejumlah toko dan pasar di Kota Bandung, Jumat (21/12/2012). Sidak dipimpin langsung oleh Dirjen standarisasi dan perlindungan konsumen Nus Nuzulia Ishak.

Sidak yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini pertama kali mendatangi sebuah toko ban yang berada di Jalan Jukut. Kemudian sidak dilanjutkan ke Pasar Baru.

Di Pasar Baru, tim sidak masuk ke bagian pasar tradisional yang berada di lantai basement. Sejumlah sampel makanan dibeli sebagai contoh. Seperti bakso, mie, daging giling dan lainnya.

Dalam sidak yang didampingi oleh pejabat dari Dinas Perdagangan pun turut menanyai para pedagang seputar harga dan stok barang yang mereka dapatkan.

Seperti pada Ci Imey (70) ditanyai darimana ia mendapatkan bakso. "Saya beli di pabriknya di Jalan Suryani. Halal ini," jawabnya.

Setelah dari Pasar Baru, rombongan melanjutkan sidak ke kawasan Jalan Pajagalan. Di sini, rombongan mendatangi sebuah toko elektronik. Sebuah lampu hemat energi dan pun diperiksa.

"Sekarang ini banyak SNI abal-abal. Bapak harus berani tanya, benar ada sertifikat SNI atau enggak ini," kata Dirjen standarisasi dan perlindungan konsumen
Nus Nuzulia Ishak pada pemilik toko.

Sebuah setrika bukan merk terkenal pun diperiksa. Ternyata tak ada buku manual petunjuk berbahasa Indonesia serta belum ada tanda terdaftar.

Dirjen pun meminta pada pemilik toko untuk tidak menjual barang tersebut pada konsumen sambil menunggu uji kelaikan produk keluar. Sidak dilanjutkan ke Pasar Kosambi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%