Detik.com News
Detik.com
Kamis, 01/11/2012 13:31 WIB

Anis Terapkan Polisi Sahabat Rakyat Saat Pilgub Jabar 2013

Baban Gandapurnama - detikNews
Anis Terapkan Polisi Sahabat Rakyat Saat Pilgub Jabar 2013
Bandung - Kapolda Jabar Brigjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya mengemban jabatan baru dengan seabreg tugas. Salah satu sorotan utama yaitu pengamanan selama berlangsungnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.

Anis bersama jajarannya harus bekerja keras agar terciptanya situasi kondusif sepanjang gelaran pesta demokrasi memilih Jabar 1.

"Kami siap mengamankan Pilgub Jabar mendatang," kata Anis kepada wartawan usai sertijab di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/11/2012).

Anis menuturkan, menjaga suasana aman dan nyaman di Jabar perlu peran serta masyarakat. Polisi tak bisa bergerak sendiri guna mencegah gangguan kambtibmas. Anis meminta masyarakat berkoordinasi dan aktif menyampaikan informasi perkembangan situasi di lingkungannya.

Tak hanya itu, peran personel Babinkamtibmas makin ditingkatkan karena selama ini terjung langsung menyapa warga. "Masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi. Selain itu, polisi di jajaran Polda Jabar bertugas profesional saat mengamankan Pilgub Jabar. Pola pengamanan yang diterapkan nanti menjadi polisi sahabat rakyat. Ya, harus dekat dengan masyarakat," tutur Anis.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%