detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 17/10/2012 18:03 WIB

Kuasa Hukum Inggrid Minta Hadirkan Saksi Penyidik

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Kuasa hukum terdakwa perkara penembakan bos Security Red Guard Husein Komara memohon pada majelis hakim agar meminta jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi penyidik.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Dadang Solihin dan Hendi Mulyadi usai sidang putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (17/10/2012). Empat terdakwa, dimana dua lainnya yaitu Inggrid Gunawan, Agustinus Otniel Maitimu ditolak eksepsinya oleh hakim. Sehingga agenda sidang selanjutnya yaitu pemeriksaan saksi.

"Kami mohon agar penyidik yang memeriksa klien kami untuk dihadirkan," ujar salahsatu anggota tim kuasa hukum Dadang dan Hendi di ruang sidang VI.

Ia mengatakan, bahwa kedua terdakwa saat menjalani pemeriksaan mengalami tekanan fisik dan mental dari penyidik. Sementara saat itu mereka masih belum didampingi oleh kuasa hukum. Sehingga hasil BAP dinilai tidak sah. Namun belum dipastikan apakah JPU akan menghadirkan penyidik seperti yang diminta atau tidak.

JPU Alven Oktarizah menuturkan, pada sidang berikutnya akan dihadirkan 4 saksi untuk empat terdakwa. "Untuk berkas Dadang dan Hendi ada 7 saksi. Untuk Inggrid dan Agustinus ada 10 saksi. Yang akan kita hadirkan dalam sidang minggu depan mungkin 4 dulu," katanya.

Dalam berita sebelumnya, keempat terdakwa didakwa melakukan pembunuhan berencana pada Husein yang tewas ditembak.

Inggrid diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 kedua KUHP tentang menyuruh atau menganjurkan orang lain untuk melakukan pembunuhan. Agustinus diancam dengan pasal 340 dan 338. Sementara Dadang dan Hendi diancam dengan pasal 340 jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP tentang membantu melakukan pembunuhan berencana.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(tya/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%