detikcom
Rabu, 17/10/2012 18:03 WIB

Kuasa Hukum Inggrid Minta Hadirkan Saksi Penyidik

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Kuasa hukum terdakwa perkara penembakan bos Security Red Guard Husein Komara memohon pada majelis hakim agar meminta jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi penyidik.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Dadang Solihin dan Hendi Mulyadi usai sidang putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (17/10/2012). Empat terdakwa, dimana dua lainnya yaitu Inggrid Gunawan, Agustinus Otniel Maitimu ditolak eksepsinya oleh hakim. Sehingga agenda sidang selanjutnya yaitu pemeriksaan saksi.

"Kami mohon agar penyidik yang memeriksa klien kami untuk dihadirkan," ujar salahsatu anggota tim kuasa hukum Dadang dan Hendi di ruang sidang VI.

Ia mengatakan, bahwa kedua terdakwa saat menjalani pemeriksaan mengalami tekanan fisik dan mental dari penyidik. Sementara saat itu mereka masih belum didampingi oleh kuasa hukum. Sehingga hasil BAP dinilai tidak sah. Namun belum dipastikan apakah JPU akan menghadirkan penyidik seperti yang diminta atau tidak.

JPU Alven Oktarizah menuturkan, pada sidang berikutnya akan dihadirkan 4 saksi untuk empat terdakwa. "Untuk berkas Dadang dan Hendi ada 7 saksi. Untuk Inggrid dan Agustinus ada 10 saksi. Yang akan kita hadirkan dalam sidang minggu depan mungkin 4 dulu," katanya.

Dalam berita sebelumnya, keempat terdakwa didakwa melakukan pembunuhan berencana pada Husein yang tewas ditembak.

Inggrid diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 kedua KUHP tentang menyuruh atau menganjurkan orang lain untuk melakukan pembunuhan. Agustinus diancam dengan pasal 340 dan 338. Sementara Dadang dan Hendi diancam dengan pasal 340 jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP tentang membantu melakukan pembunuhan berencana.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close