Kamis, 11/10/2012 09:53 WIB

Si Legit, Lapis Maksubah

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Makanan jadul saat ini kembali diminati. Apalagi bagi orang-orang yang sudah kangen dengan makanan yang hits pada jamannya.

Hal itulah yang mendasari produsen kue jadul Tjap Menak untuk mengangkat beberapa makanan jadul. Di antaranya Lapis Maksubah, Lapis Ketan Putih dan Lapis Ketan Hitam. Ketiganya merupakan makanan khas Palembang.

Ketiga kue tersebut terbilang cukup sederhana, karena dibuat dengan bahan-bahan yang simpel dan sederhana.

Seperti lapis maksubah ini hanya dibuat dari tebuat dari telur, mentega, gula dan susu tanpa memakai terigu, kemudian dibakar selama kurang lebih 6 jam. Rasanya manis dan bertekstur unik.

Sementara lapis ketan putih, terbuat dari telur, mentega, gula, susu dan tepung ketan dan dibakar sekitar 6 jam. Rasanya tentu saja manis, lembut dan legit.

"Kalau lapis ketan hitam, ini murni racikan Tjap Menak. Bahan dasarnya sama dengan lapis ketan putih hanya saja disini kita memakai ketan hitam sebagi bahan utamanya dan ketan putih sebagai elemen tambahannya," ujar Eva, pemilik Tjap Menak kepada detikbandung.

Hmm..aroma khas dari kue lapis ketan hitam saat keluar dari pembakaran ini menyeruak menggugah selera. Berbeda dari dua kue lainnya, lapis ketan hitam disempurnakan pembakarannya selama 8 jam.

Satu kue Lapis Maksubah ukuran 18x7 cm dibanderol Rp 60 ribu. Lapis Ketan Putih Rp 50 ribu, sedangkan lapis ketan hitam Rp 75 ribu.

"Kalau dimasukkan ke dalam lemari pendingin, produk kami tahan 1 minggu," ujar Eva


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%