Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,844.000
-
Rp 3,253.000
Berita Lain
-
Kamis, 23/05/2013 20:11 WIB
250 Pemuda dari 25 Provinsi Ikuti Indonesia Youth Forum 2013 -
Kamis, 23/05/2013 19:59 WIB
Pita Cukai Palsu Miras Impor Rp 3,9 M Diproduksi di Bekasi -
Kamis, 23/05/2013 15:41 WIB
Dewan Segera Selesaikan Rekomendasi Pencabutan IMB Baksil -
Kamis, 23/05/2013 14:54 WIB
PT KA Segel Toko Sari Raos Cihampelas -
Kamis, 23/05/2013 12:24 WIB
Bruk, Rumah di Jalan Moch Toha Tiba-tiba Rubuh -
Kamis, 23/05/2013 11:45 WIB
Pemalsu Pita Cukai Miras Impor Senilai Rp 3,9 M Ditangkap di Bandung
Indeks Berita
Forum Bandung
Kamis, 04/10/2012 18:36 WIB
Belum Ada Sinyal Pembangunan Server BlackBerry di Indonesia
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung -
Adanya gangguan layanan Blackberry pada Rabu (3/10/2012) kemarin disoroti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kejadian ini bahkan kembali menguatkan desakan agar Research In Motion (RIM) segera membangun server di Indonesia.
Meski sudah didesak berulang kali, namun tampaknya produsen BlackBerry itu belum memberi sinyal yang diinginkan dalam waktu dekat. Sebab menurut mereka, lokasi server yang lebih dekat tidak lantas menjamin bakal tidak adanya gangguan sama sekali.
Hal itu diungkapkan Vice President & Managing Director South Asia RIM, Hastings Singh, saat ditemui usai meresmikan Blackberry Innovation Center di Aula Barat ITB, Kamis (4/10/2012).
"Isu jaringan itu tidak ada hubungannya dengan lokasi server. Di mana pun lokasi server bisa saja terjadi masalah," elak Hastings.
Alih-alih menjawab soal rencana pembangunan server di Tanah Air, Hastings lebih menjelaskan bahwa RIM akan fokus pada server yang saat ini sudah ada.
"Saat ini kami fokus untuk mengelola server agar bisa diandalkan," tuturnya.
Sementara saat disinggung apakah RIM dapat memberikan garansi bahwa gangguan serupa tak akan terjadi lagi di masa yang akan datang, Hastings hanya menjawab "Dalam bisnis, kami berusaha berkomitmen memberikan yang terbaik. Kami berusaha. Ini bukanlah sesuatu yang kami harapkan," jelasya.
Hastings sendiri menyebut bahwa saat ini pengguna Blackberry sudah menembus angka 80 juta secara global, dan Indonesia merupakan salah satu basis pengguna BlackBerry terbesar.
(tya/ern)
Belum Ada Sinyal Pembangunan Server BlackBerry di Indonesia
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Meski sudah didesak berulang kali, namun tampaknya produsen BlackBerry itu belum memberi sinyal yang diinginkan dalam waktu dekat. Sebab menurut mereka, lokasi server yang lebih dekat tidak lantas menjamin bakal tidak adanya gangguan sama sekali.
Hal itu diungkapkan Vice President & Managing Director South Asia RIM, Hastings Singh, saat ditemui usai meresmikan Blackberry Innovation Center di Aula Barat ITB, Kamis (4/10/2012).
"Isu jaringan itu tidak ada hubungannya dengan lokasi server. Di mana pun lokasi server bisa saja terjadi masalah," elak Hastings.
Alih-alih menjawab soal rencana pembangunan server di Tanah Air, Hastings lebih menjelaskan bahwa RIM akan fokus pada server yang saat ini sudah ada.
"Saat ini kami fokus untuk mengelola server agar bisa diandalkan," tuturnya.
Sementara saat disinggung apakah RIM dapat memberikan garansi bahwa gangguan serupa tak akan terjadi lagi di masa yang akan datang, Hastings hanya menjawab "Dalam bisnis, kami berusaha berkomitmen memberikan yang terbaik. Kami berusaha. Ini bukanlah sesuatu yang kami harapkan," jelasya.
Hastings sendiri menyebut bahwa saat ini pengguna Blackberry sudah menembus angka 80 juta secara global, dan Indonesia merupakan salah satu basis pengguna BlackBerry terbesar.
(tya/ern)



Sending your message
