Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 2,837.000
Berita Lain
-
Rabu, 30/01/2013 08:31 WIB
Smith Tawarkan Clothing Kualitas Branded dengan Harga Ramah -
Senin, 21/01/2013 10:10 WIB
Celana Chino Karet, Trendi untuk Pesepakbola yang Atletis -
Senin, 21/01/2013 07:31 WIB
T-Shirt Tematik Digandrungi Pemain Sepakbola -
Senin, 22/10/2012 07:21 WIB
Baju Anak Tanpa Nuansa Kartun di Baby Post -
Jumat, 21/09/2012 15:08 WIB
Serbarajut Ingin Kejar Peluang Ekspor
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Jumat, 21/09/2012 11:34 WIB
Serbarajut, Ikuti Tren Pasar Agar Tetap Eksis
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung -
Tak banyak perajut yang masih eksis saat ini. Jika tak kuat modal dan tidak pintar mengikuti tren, akan tersisih dengan pasar fesyen yang selalu berkembang.
Selalu update dan melek tren, itulah yang dilakukan Suthya untuk memasarkan bisnis rajutnya. Setiap ada model baru, Suthya mencoba membuat sampel dan ditawarkan ke konsumennya.
"Biasanya yang suka update model itu orderan dari butik ataupun distro yang sifat barangnya limited dan selalu menampilkan produk yang fresh. Kita kasih referensi produk apa saja yang sedang tren, lalu mereka mendesain sendiri dengan gaya mereka," ujar Suthya kepada detikbandung.
Suthya mengatakan, banyak sekali kategori produk yang bisa dihasilkan dari rajutan, seperti beanie/kupluk, peci, kerudung, bandana, aksesories wanita, gelang, sweater, jaket, cardigan, bolero hingga dress.
"Untuk saat ini kita memproduksi untuk kategori pakaian atasan saja, karena kita produsen jadi kita mengikuti tren pasaran saat ini saja. Misal saat lebaran, kita buat jilbab dan gamis yang sedang tren," bebernya.
Produk besutan serbarajut juga sudah melanglang buana di pasar lokal, seperti Tanah Abang Jakarta, Pasar turi Surabaya, Balikpapan, Medan, Pekanbaru, dan beberapa butik dan distro di Surabaya, Bali, Jakarta dan Bandung.
Saat ini produksi serbarajut dikerjakan oleh sekitar 16 orang ibu rumah tangga pekerja lepas, dan 27 orang yang ditempatkan di pabrik.
Serbarajut berada di Jalan Gandasoja, Gang Sejahtera 2, No.43 Majalaya, Kabupaten Bandung.
(avi/ern)
Serbarajut, Ikuti Tren Pasar Agar Tetap Eksis
Avitia Nurmatari - detikBandung
Selalu update dan melek tren, itulah yang dilakukan Suthya untuk memasarkan bisnis rajutnya. Setiap ada model baru, Suthya mencoba membuat sampel dan ditawarkan ke konsumennya.
"Biasanya yang suka update model itu orderan dari butik ataupun distro yang sifat barangnya limited dan selalu menampilkan produk yang fresh. Kita kasih referensi produk apa saja yang sedang tren, lalu mereka mendesain sendiri dengan gaya mereka," ujar Suthya kepada detikbandung.
Suthya mengatakan, banyak sekali kategori produk yang bisa dihasilkan dari rajutan, seperti beanie/kupluk, peci, kerudung, bandana, aksesories wanita, gelang, sweater, jaket, cardigan, bolero hingga dress.
"Untuk saat ini kita memproduksi untuk kategori pakaian atasan saja, karena kita produsen jadi kita mengikuti tren pasaran saat ini saja. Misal saat lebaran, kita buat jilbab dan gamis yang sedang tren," bebernya.
Produk besutan serbarajut juga sudah melanglang buana di pasar lokal, seperti Tanah Abang Jakarta, Pasar turi Surabaya, Balikpapan, Medan, Pekanbaru, dan beberapa butik dan distro di Surabaya, Bali, Jakarta dan Bandung.
Saat ini produksi serbarajut dikerjakan oleh sekitar 16 orang ibu rumah tangga pekerja lepas, dan 27 orang yang ditempatkan di pabrik.
Serbarajut berada di Jalan Gandasoja, Gang Sejahtera 2, No.43 Majalaya, Kabupaten Bandung.
(avi/ern)

Sending your message
