Detik.com News
Detik.com
Rabu, 05/09/2012 22:44 WIB

Terinspirasi Film, Akbar Intai Bank 2 Hari Sebelum Merampok

Baban Gandapurnama - detikNews
Terinspirasi Film, Akbar Intai Bank 2 Hari Sebelum Merampok
Bandung - Aksi nekat Akbar Udayana (33) merampok Bank Syariah Mandiri sudah ia rencanakan. Ia mengaku sudah mengintai bank itu dalam dua hari ini. Terinspirasi film action, ia pun menjalankan aksinya sore tadi sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (5/9/2012).

"Dua hari saya mantau bank itu. Bank itu sepi," ujar Akbar kepada wartawan saat ditemui di Mapolsek Sukajadi.

Dalam aksinya, Akbar mengaku menyewa ojeg dari daerah Pasteur. Kepada tukang ojeg, ia mengaku sebagai sales. Berbekal airsoft gun dan kotak cokelat yang ia sebut sebagai bom, ia beraksi untuk menakuti korbannya. "Saya terinspirasi film action," katanya.

Menurutnya ia terpaksa merampok bank karena terdesak ekonomi. Usahanya bangkrut. "Saya butuh uang Rp 100 juta untuk bikin yayasan," jelas Akbar tanpa mau merinci jelas yayasan apa yang ia maksud.

Dari informasi yang diperoleh redaksi, Akbar tercatat sebagai warga Gunung Batu Kota Bandung. Namun kepada polisi, Akbar mengaku ia tinggal di rumah mertuanya di kawasan Dago Resort Forest Hill.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ern/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%