detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 08:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 10/08/2012 16:11 WIB

BJ Habibie Ingatkan Kembali Peristiwa 10 Agustus 1995

Oris Riswan Budiana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - 10 Agustus 1995, Indonesia telah menggoreskan pena emas sejarah dengan penerbangan perdana pesawat terbang canggih N-250. Penerbangan itu dinilai sebagai salah satu tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia.

Penerbangan perdana 17 tahun lalu itu dikenal sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas). "Dalam pandangan saya, (penerbangan perdana N-250) merupakan salah satu dari lima tonggak sejarah Indonesia," ujar mantan Presiden RI BJ Habibie dalam acara penutupan Harteknas di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (10/8/2012).

Ia pun memaparkan lima tonggak sejarah bangsa Indonesia. Pertama ialah berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Kedua adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Ketiga adalah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. "Keempat adalah terbang perdananya pesawat paling canggih Turbocorp N-250. Kelima diperolehnya kebebasan dengan dimulainya kebangkitan demokrasi pada 21 Mei 1998," jelasnya.

Dengan terbangnya pesawat hasil rekayasa dan produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara (sekarang PT Dirgantara Indonesia) itu, menurutnya adalah prestasi nyata bangsa Indonesia dalam teknologi dirgantara.

"Dalam sejarah penerbangan sipil, pesawat N-250 adalah pesawat turbocorp yang pertama dikendalikan dengan teknologi fly by wire," tuturnya.

Dengan peristiwa tersebut, kata Habibie, bangsa Indonesia mampu membuktikan pada masyarakat dunia bahwa Indonesia punya kemampuan dan kualitas yang sama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ors/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%