detikcom
Jumat, 10/08/2012 16:11 WIB

BJ Habibie Ingatkan Kembali Peristiwa 10 Agustus 1995

Oris Riswan Budiana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - 10 Agustus 1995, Indonesia telah menggoreskan pena emas sejarah dengan penerbangan perdana pesawat terbang canggih N-250. Penerbangan itu dinilai sebagai salah satu tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia.

Penerbangan perdana 17 tahun lalu itu dikenal sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas). "Dalam pandangan saya, (penerbangan perdana N-250) merupakan salah satu dari lima tonggak sejarah Indonesia," ujar mantan Presiden RI BJ Habibie dalam acara penutupan Harteknas di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (10/8/2012).

Ia pun memaparkan lima tonggak sejarah bangsa Indonesia. Pertama ialah berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Kedua adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Ketiga adalah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. "Keempat adalah terbang perdananya pesawat paling canggih Turbocorp N-250. Kelima diperolehnya kebebasan dengan dimulainya kebangkitan demokrasi pada 21 Mei 1998," jelasnya.

Dengan terbangnya pesawat hasil rekayasa dan produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara (sekarang PT Dirgantara Indonesia) itu, menurutnya adalah prestasi nyata bangsa Indonesia dalam teknologi dirgantara.

"Dalam sejarah penerbangan sipil, pesawat N-250 adalah pesawat turbocorp yang pertama dikendalikan dengan teknologi fly by wire," tuturnya.

Dengan peristiwa tersebut, kata Habibie, bangsa Indonesia mampu membuktikan pada masyarakat dunia bahwa Indonesia punya kemampuan dan kualitas yang sama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ors/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%