Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 21,474.000
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 118,178.000
Berita Lain
-
Senin, 18/02/2013 13:45 WIB
Maryam Supraba tak Pede Akting di Depan Kamera -
Senin, 18/02/2013 07:57 WIB
Maryam Supraba, Terjun Dunia Akting Diawali Main Teater -
Senin, 11/02/2013 09:36 WIB
Sasa 'Iguana' Ingin Jadi Maestro Terkenal -
Kamis, 07/02/2013 08:21 WIB
Terus Eksis, Tulus Siapkan Album Kedua -
Senin, 04/02/2013 12:41 WIB
Meski Sibuk Cakra Khan Tetap Prioritaskan Kuliah -
Senin, 04/02/2013 10:07 WIB
Cakra Khan, Bingung Tentukan Single Kedua
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Senin, 06/08/2012 14:36 WIB
Lewat AHA, Damayanti Motivasi Mereka yang Tersisih
Djuli Pamungkas - detikBandung
Foto: Djuli Pamungkas
Bandung -
Tujuh orang anak berhasil ia kuliahkan dengan menyebar broadcast message. Damayanti (29), tidak bekerja sendiri. Bersama teman-temannya ia mendirikan sebuah lembaga resmi yang bertujuan untuk memotivasi orang yang dari segi ekonomi kurang. AHA Self Inspiration Centre, dirintisnya sejak 2009.
"AHA itu kayak ide, kebiasaan orang-orang kalau nemu ide. Bisa juga kayak singkatan Anak Hebat," Ujar Dama, panggilan perempuan muda ini sambil tersenyum.
Menurutnya ia bersama tiga teman lainnya menjadi pengurus AHA. "Saya bersama tiga orang staf ngurus AHA, tapi kita enggak melulu empat orang, kami juga punya volunteer, sampai saat ini tercatat kurang lebih 100 orang jadi relawan, meskipun yang aktif paling tidak hanya setengahnya," tutur Dama.
Sampai sekarang AHA sudah mencetak sekitar 5.000 alumni lewat training motivasi. "Sasaran kami lebih banyak ke anak-anak dhuafa, Insya Allah target kami tahun 2028 kami bisa menyentuh 40 juta anak se-Indonesia,"ujar Dama.
Latar belakang pendidikan Dama-lah yang membuatnya lebih peduli terhadap keadaan sesamanya yang kurang beruntung. Dama yang mengenyam pendidikan S1-nya di dua perguruan tinggi ini mengaku jika ia sangat dipengaruhi oleh pengalaman pendidikannya. "Saya kuliah psikologi di Unisba dan Pendidikan Bahasa Inggris di UPI," ungkap Dama.
"Lulusan UPI pantasnya jadi guru, begitu juga tuntutan orang tua yang mengharuskan saya jadi PNS, kerja jam 9 sampai jam 5. Tapi saya merasa jika saya itu kuatnya di cara mempengaruhi orang lain, kayaknya ketika di hadapan banyak orang kemampuan ngomong saya tuh keluar, chemistry leadernya tuh dapet, makanya ketika awal 2002 saya sempat menjadi seorang trainer sampai akhirnya sejak 2009 saya kayak gini," ujar perempuan asli Wonogiri ini.
Menurut Dama, selain membantu biaya bagi orang yang tidak mampu, memotivasi mereka yang kurang beruntung juga tidak kalah penting. "Pengalaman tentang perjalanan hidup seseorang pasti jauh lebih bermanfaat dalam hal memotivasi mereka yang kurang beruntung," katanya.
Dama selalu menanamkan pada anak-anak binaannya jika perjalanan dapat membuka perasaan setiap orang. "Jika singgah di kota lain saya suka liat pemuda-pemuda tidak peka terhdap asetnya, mereka hanya menjadi orang suruhan bagi para pendatang yang mengusai wilayah mereka, nah ini tuh karena minimnya pendidikan. Apalagi jika hanya sampai SMP atau SMA, padahal usia-usia itulah yang kuat-kuatnya untuk mendapatkan visi hidup. Perubahan ekonomi tidak akan berjalan tanpa perubahan pendidikan," tegas Dama.
Lebih lanjut Dama mengatakan jika dia dan kawan-kawannya memakain metode jemput bola untuk menanamkan visi hidup kepada sesamanya yang kurang beruntung. "Setiap Sabtu dan Minggu kami datangi tempat-tempat yang dirasa berpotensi memilik banyak jiwa yang kurang beruntung," katanya.
Agenda AHA yang paling dekat adalan mendatangi Cigereleng, Cibolerang, Sari Jadi, Cukang Kawung dan Suka Menak. "Selain tentunya menghemat biaya dan memudahkan kami mengkondisikan situasi juga lebih mengetahui keadaan psikologis mereka. Dan tentunya kami ingin menjadi gardu energi positif dalam memotivasi mereka agar tetap memiliki plan of life," Tutup Dama.
(ern/ern)
Lewat AHA, Damayanti Motivasi Mereka yang Tersisih
Djuli Pamungkas - detikBandung
Foto: Djuli Pamungkas
"AHA itu kayak ide, kebiasaan orang-orang kalau nemu ide. Bisa juga kayak singkatan Anak Hebat," Ujar Dama, panggilan perempuan muda ini sambil tersenyum.
Menurutnya ia bersama tiga teman lainnya menjadi pengurus AHA. "Saya bersama tiga orang staf ngurus AHA, tapi kita enggak melulu empat orang, kami juga punya volunteer, sampai saat ini tercatat kurang lebih 100 orang jadi relawan, meskipun yang aktif paling tidak hanya setengahnya," tutur Dama.
Sampai sekarang AHA sudah mencetak sekitar 5.000 alumni lewat training motivasi. "Sasaran kami lebih banyak ke anak-anak dhuafa, Insya Allah target kami tahun 2028 kami bisa menyentuh 40 juta anak se-Indonesia,"ujar Dama.
Latar belakang pendidikan Dama-lah yang membuatnya lebih peduli terhadap keadaan sesamanya yang kurang beruntung. Dama yang mengenyam pendidikan S1-nya di dua perguruan tinggi ini mengaku jika ia sangat dipengaruhi oleh pengalaman pendidikannya. "Saya kuliah psikologi di Unisba dan Pendidikan Bahasa Inggris di UPI," ungkap Dama.
"Lulusan UPI pantasnya jadi guru, begitu juga tuntutan orang tua yang mengharuskan saya jadi PNS, kerja jam 9 sampai jam 5. Tapi saya merasa jika saya itu kuatnya di cara mempengaruhi orang lain, kayaknya ketika di hadapan banyak orang kemampuan ngomong saya tuh keluar, chemistry leadernya tuh dapet, makanya ketika awal 2002 saya sempat menjadi seorang trainer sampai akhirnya sejak 2009 saya kayak gini," ujar perempuan asli Wonogiri ini.
Menurut Dama, selain membantu biaya bagi orang yang tidak mampu, memotivasi mereka yang kurang beruntung juga tidak kalah penting. "Pengalaman tentang perjalanan hidup seseorang pasti jauh lebih bermanfaat dalam hal memotivasi mereka yang kurang beruntung," katanya.
Dama selalu menanamkan pada anak-anak binaannya jika perjalanan dapat membuka perasaan setiap orang. "Jika singgah di kota lain saya suka liat pemuda-pemuda tidak peka terhdap asetnya, mereka hanya menjadi orang suruhan bagi para pendatang yang mengusai wilayah mereka, nah ini tuh karena minimnya pendidikan. Apalagi jika hanya sampai SMP atau SMA, padahal usia-usia itulah yang kuat-kuatnya untuk mendapatkan visi hidup. Perubahan ekonomi tidak akan berjalan tanpa perubahan pendidikan," tegas Dama.
Lebih lanjut Dama mengatakan jika dia dan kawan-kawannya memakain metode jemput bola untuk menanamkan visi hidup kepada sesamanya yang kurang beruntung. "Setiap Sabtu dan Minggu kami datangi tempat-tempat yang dirasa berpotensi memilik banyak jiwa yang kurang beruntung," katanya.
Agenda AHA yang paling dekat adalan mendatangi Cigereleng, Cibolerang, Sari Jadi, Cukang Kawung dan Suka Menak. "Selain tentunya menghemat biaya dan memudahkan kami mengkondisikan situasi juga lebih mengetahui keadaan psikologis mereka. Dan tentunya kami ingin menjadi gardu energi positif dalam memotivasi mereka agar tetap memiliki plan of life," Tutup Dama.
(ern/ern)

Sending your message
