Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,837.000
-
Rp 3,253.000
Berita Lain
-
Kamis, 14/02/2013 10:20 WIB
Pasta Kalkun Pedas yang Bikin Nagih -
Kamis, 14/02/2013 07:54 WIB
Nongkrong Asik di Fussion Bistro -
Jumat, 08/02/2013 09:03 WIB
Nyam...Icip-icip Suki Thailand -
Selasa, 05/02/2013 11:34 WIB
Gurihnya Udang Goreng Telor Asin -
Selasa, 05/02/2013 07:43 WIB
Sensasi Renyah Kailan Kribo Dua Rasa -
Jumat, 01/02/2013 10:02 WIB
Sensasi Salmon Kaya Rempah Saus Lemon Butter
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Kamis, 19/07/2012 08:04 WIB
Oishinbo, Autentik Jepang dengan Harga Miring
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung -
Belakangan di Bandung populer kedai yang menjual makanan Jepang. Salah satu yang ikut meramaikan adalah Oishinbo yang ada di Jalan Trunojoyo.
Tempat makan dengan konsep kedai dan bar ini terbilang cukup autentik dalam menyajikan masakannya. Apalagi sang pemilik Miyako Tsuruoka (25) merupakan keturunan Jepang.
Misi Miyako membuka kedai ini untuk menunjukkan cita rasa Jepang kepada penikmat masakan Jepang.
"Saat tahun 2009 itu kan sedang booming sushi. Saya pengen buka masakan Jepang yang makanannya mahal tapi konsepnya murah. Karena kan bahan-bahan baku Jepang itu kan 90 persen iimpor, jadi pasti mahal. Tapi biar menjualnya tidak mahal jadi tempatnya saya buat tidak terlalu eksklusif," ujar Miyako kepada detikbandung.
Beruntung, Miyako lahir dari keluarga berdarah Jepang. Sang ayah yang merupakan orang Jepang ini menurunkan resep masakan Jepang yang autentik.
"Awalnya kepengennya menjual nigisi sama unkang saja. Tapi ternyata orang Indonesia suka sushi fussion, seperti pakai keju dan mayonaise," terangnya.
Selain resep keluarga, yang berbeda dari kedai atau resto Jepang lainnya, di Oishinbo nasi yang dipakai bukan nasi ketan. Karena menurut Miyako, di Jepang sendiri sushi dibuat dari nasi Jepang yang pulen.
"Di Jepang sendiri memang memakai nasi, bukan ketan. Begitupun di Oishinbo, saya pakai nasi pilihan yg benar2 pulen dan layak untuk jadi sushi. Proses pembuatan nasinya pun harus benar-benar sempurna agar nasinya hasilnya bagus," bebernya.
Penasaran dengan rasanya? Datang saja ke Oishinbo yang ada di Jalan Trunojoyo, Bandung. Selain sushi, ada juga ramen dan menu spesial, seperti sup kepala salmon. Harganya variatif, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 45 ribu. Coba yuk!
(avi/ern)
Oishinbo, Autentik Jepang dengan Harga Miring
Avitia Nurmatari - detikBandung
Tempat makan dengan konsep kedai dan bar ini terbilang cukup autentik dalam menyajikan masakannya. Apalagi sang pemilik Miyako Tsuruoka (25) merupakan keturunan Jepang.
Misi Miyako membuka kedai ini untuk menunjukkan cita rasa Jepang kepada penikmat masakan Jepang.
"Saat tahun 2009 itu kan sedang booming sushi. Saya pengen buka masakan Jepang yang makanannya mahal tapi konsepnya murah. Karena kan bahan-bahan baku Jepang itu kan 90 persen iimpor, jadi pasti mahal. Tapi biar menjualnya tidak mahal jadi tempatnya saya buat tidak terlalu eksklusif," ujar Miyako kepada detikbandung.
Beruntung, Miyako lahir dari keluarga berdarah Jepang. Sang ayah yang merupakan orang Jepang ini menurunkan resep masakan Jepang yang autentik.
"Awalnya kepengennya menjual nigisi sama unkang saja. Tapi ternyata orang Indonesia suka sushi fussion, seperti pakai keju dan mayonaise," terangnya.
Selain resep keluarga, yang berbeda dari kedai atau resto Jepang lainnya, di Oishinbo nasi yang dipakai bukan nasi ketan. Karena menurut Miyako, di Jepang sendiri sushi dibuat dari nasi Jepang yang pulen.
"Di Jepang sendiri memang memakai nasi, bukan ketan. Begitupun di Oishinbo, saya pakai nasi pilihan yg benar2 pulen dan layak untuk jadi sushi. Proses pembuatan nasinya pun harus benar-benar sempurna agar nasinya hasilnya bagus," bebernya.
Penasaran dengan rasanya? Datang saja ke Oishinbo yang ada di Jalan Trunojoyo, Bandung. Selain sushi, ada juga ramen dan menu spesial, seperti sup kepala salmon. Harganya variatif, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 45 ribu. Coba yuk!
(avi/ern)

Sending your message
