Kamis, 05/07/2012 09:22 WIB

Monel, Busana Muslim Stylish Gaya Ibu Muda

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Saat ini kebutuhan akan fesyen muslimah yang trendi namun tetap syar'i semakin tinggi. Tak hanya perempuan single saja, ibu-ibu muda berkerudung pun kini mulai melek fesyen agar penampilannya trendi.

Namun terkadang, seorang perempuan yang sudah memiliki anak harus selektif dalam berpakaian agar menutupi kekurangan tubuh dan membuat tubuh menjadi ideal.

Atas dasar itulah Monel, sebuah butik muslim hadir untuk melengkapi gaya fesyen ala hijabers. Butik ini membuat baju dengan cutting tertentu bagi para ibu muda yang ingin tampil lebih ramping dan sempurna.

Mengusung tema elegan dan playful, desain monel berkiblat universal, baik dari sisi warna maupun desain. Namun ada satu pakem yang menjadi ciri khas Monel, yakni potongan bergaya feminin dan glamor.

Irma, salah satu pemilik butik mengatakan, desain monel didominasi dress dan rok. Karena menurutnya, gaya maxi dress memang cocok untuk dipakai wanita usia 20 hingga 45 tahun.

"Ibu-ibu apalagi yang sudah melahirkan biasaanya memiliki masalah di bagian perut. Untuk menyembunyikannya, memang dibutuhkan kreativitas dalam pola potongan dan aksen. Dress dengan terusan panjang ini rasanya paling cocok. Tapi kami juga membuat pakaian atasan dan bawahan," ujar Irma kepada detikbandung.

Monel yang digagas oleh Irma Maryam Lina Roslina, Minna Mekarina, Dessy serta Tintin ini menetapkan sudah menetapkan outletnya di Bandung tepatnya di Jalan Buah Batu. Selain itu, Monel juga sudah melebarkan sayapnya ke Jakarta hingga Singapura.

Harga yang dibanderol masing-masing koleksi Monel mulai dari Rp100.000 hingga 400.000.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(avi/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%