Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,844.000
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,703.000
Berita Lain
-
Kamis, 23/05/2013 20:11 WIB
250 Pemuda dari 25 Provinsi Ikuti Indonesia Youth Forum 2013 -
Kamis, 23/05/2013 19:59 WIB
Pita Cukai Palsu Miras Impor Rp 3,9 M Diproduksi di Bekasi -
Kamis, 23/05/2013 15:41 WIB
Dewan Segera Selesaikan Rekomendasi Pencabutan IMB Baksil -
Kamis, 23/05/2013 14:54 WIB
PT KA Segel Toko Sari Raos Cihampelas -
Kamis, 23/05/2013 12:24 WIB
Bruk, Rumah di Jalan Moch Toha Tiba-tiba Rubuh -
Kamis, 23/05/2013 11:45 WIB
Pemalsu Pita Cukai Miras Impor Senilai Rp 3,9 M Ditangkap di Bandung
Indeks Berita
Forum Bandung
Kamis, 21/06/2012 15:04 WIB
Din: Tak Ada Agenda Pembahasan Capres di Tanwir Muhammadiyah
Oris Riswan Budiana - detikBandung
Bandung -
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menegaskan tidak ada agenda pencapresan dirinya dalam Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Kota Bandung pada 21 hingga 24 Juni.
"Itu (pencapresan -red) bukan jadi agenda Tanwir," kata Din usai membuka Tanwir Muhammadiyah di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (21/6/2012).
Ia menyatakan, Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam politik praktis. Sehingga dalam Tanwir tidak ada agenda pembahasan capres ataupun politik praktis.
"Konsen kami bukan itu. Makanya kami tidak bicarakan itu dan kami tidak terlibat dalam politik praktis," tegasnya.
Namun ia tidak mengelak jika dalam Tanwir akan dibahas bagaimana sosok pemimpin yang cocok untuk Indonesia ke depan. "Penting sekali adanya pemimpin yang visioner, yang hadir menyelesaikan masalah, menggerakkan masyarakat, dan sebagai pencipta solidaritas yang mengayomi seluruh elemen dan komponen bangsa," paparnya.
Namun ia kembali menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan dalam posisi yang dapat mencalonkan anggotanya sebagai capres. "Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis, tidak berada pada posisi yang dapat mencalonkan atau mendukung seseorang. Kita tahu diri," ujarnya.
Ia mengatakan, Tanwir akan membahas banyak hal mulai dari sosial, politik dan ekonomi. Tak hanya membahas perbaikan internal, Tanwir juga jadi ajang untuk mencari solusi perbaikan bangsa.
"Tanwir ini akan menumbuhkan pencerahan Muhammadiyah dalam pendekatan partisipatif. Kita akan berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara ini," katanya.
Sebab saat ini menurutnya banyak sekali permasalahan bangsa. Dan hal itu jelas perlu diperbaiki untuk memperbaiki seluruh aspek kehidupan masyarakat. Lewat Tanwir, diharapkan ada solusi nyata yang bisa direalisasikan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Muhammadiyah saat ini adalah karena Indonesia masuk dalam daftar negara gagal yang dirilis PBB belum lama ini. Peringkat Indonesia semakin maju dari posisi 63 menjadi 62.
"Masalah-masalah ini yang kita hadapi yang memprihatinkan kami dari Muhammadiyah," cetusnya.
"Muhammadiyah bukan berwatak pengeluh, tapi justru ingin tampil ikut menyelesaikan masalah sesuai gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan, membebaskan, memberdayakan dan memajukan masyarakat," ungkap Din.
(ors/ern)
Din: Tak Ada Agenda Pembahasan Capres di Tanwir Muhammadiyah
Oris Riswan Budiana - detikBandung
"Itu (pencapresan -red) bukan jadi agenda Tanwir," kata Din usai membuka Tanwir Muhammadiyah di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (21/6/2012).
Ia menyatakan, Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam politik praktis. Sehingga dalam Tanwir tidak ada agenda pembahasan capres ataupun politik praktis.
"Konsen kami bukan itu. Makanya kami tidak bicarakan itu dan kami tidak terlibat dalam politik praktis," tegasnya.
Namun ia tidak mengelak jika dalam Tanwir akan dibahas bagaimana sosok pemimpin yang cocok untuk Indonesia ke depan. "Penting sekali adanya pemimpin yang visioner, yang hadir menyelesaikan masalah, menggerakkan masyarakat, dan sebagai pencipta solidaritas yang mengayomi seluruh elemen dan komponen bangsa," paparnya.
Namun ia kembali menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan dalam posisi yang dapat mencalonkan anggotanya sebagai capres. "Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis, tidak berada pada posisi yang dapat mencalonkan atau mendukung seseorang. Kita tahu diri," ujarnya.
Ia mengatakan, Tanwir akan membahas banyak hal mulai dari sosial, politik dan ekonomi. Tak hanya membahas perbaikan internal, Tanwir juga jadi ajang untuk mencari solusi perbaikan bangsa.
"Tanwir ini akan menumbuhkan pencerahan Muhammadiyah dalam pendekatan partisipatif. Kita akan berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara ini," katanya.
Sebab saat ini menurutnya banyak sekali permasalahan bangsa. Dan hal itu jelas perlu diperbaiki untuk memperbaiki seluruh aspek kehidupan masyarakat. Lewat Tanwir, diharapkan ada solusi nyata yang bisa direalisasikan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Muhammadiyah saat ini adalah karena Indonesia masuk dalam daftar negara gagal yang dirilis PBB belum lama ini. Peringkat Indonesia semakin maju dari posisi 63 menjadi 62.
"Masalah-masalah ini yang kita hadapi yang memprihatinkan kami dari Muhammadiyah," cetusnya.
"Muhammadiyah bukan berwatak pengeluh, tapi justru ingin tampil ikut menyelesaikan masalah sesuai gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan, membebaskan, memberdayakan dan memajukan masyarakat," ungkap Din.
(ors/ern)



Sending your message