Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 5,192.000
-
Rp 15,428.000
Berita Lain
-
Sabtu, 25/05/2013 16:33 WIB
Sudah Sepekan Dada Rosada 'Menghilang' -
Sabtu, 25/05/2013 14:57 WIB
Hanya 4 Kandidat Pilwalkot yang Ikut Sosialisasi Gabungan Hari Pertama -
Sabtu, 25/05/2013 13:06 WIB
Pemkot Siap Hadap Gugatan Masyarakat Terkait Pembangunan Baksil -
Jumat, 24/05/2013 18:30 WIB
Tiga Hari Polisi Kawal 21 Vihara dan Klenteng di Bandung -
Jumat, 24/05/2013 17:30 WIB
Ridwan Kamil Luncurkan Mobil Penjernih Air -
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB
Polisi akan Razia Siswa yang Konvoi Rayakan Kelulusan UN SMA
Indeks Berita
Forum Bandung
Kamis, 21/06/2012 10:56 WIB
Enam Mahasiswa UPI Gelar Aksi Tolak Kedatangan Boediono
Oris Riswan Budiana - detikBandung
Bandung -
Enam mahasiswa yang tergabung dalam BEM Republik Mahasiswa (Rema) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar aksi tolak kedatangan Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Aksi digelar di dekat BRI Tower atau sekitar 500 meter dari Gedung Merdeka.
Massa berorasi dan menyampaikan penolakan kedatangan Boediono. Sebab Boediono dinilai terlibat dalam sejumlah kasus.
"Kita menolak Boediono karena banyak kasus yang belum terselesaikan," kata Presiden BEM Rema UPI Hamdan Ardiansyah.
Saat ini, sejumlah kasus yang menyeret Boediono belum juga tuntas. Kasus-kasus itu di antaranya penyaluran dana BLBI yang merugikan negara sampai Rp 700 triliun, skandal Bailout Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun serta skandal pajak Bank Mandiri yang merugikan negara Rp 2,2 triliun.
"Boediono harus bertanggungjawab atas dosanya pada bangsa Indonesia. Usut tuntas kasus yang menyangkut nama Boediono beserta kroninya. Adili Boediono," tegas Hamdan.
Dalam aksinya, massa membawa satu poster berukuran kecil bertuliskan 'Adili Boediono Segera'. Aksi berlangsung damai. Sementara polisi sigap berada di lokasi. Aksi hanya berlangsung beberapa menit dan massa langsung membubarkan diri.
(ors/avi)
Enam Mahasiswa UPI Gelar Aksi Tolak Kedatangan Boediono
Oris Riswan Budiana - detikBandung
Massa berorasi dan menyampaikan penolakan kedatangan Boediono. Sebab Boediono dinilai terlibat dalam sejumlah kasus.
"Kita menolak Boediono karena banyak kasus yang belum terselesaikan," kata Presiden BEM Rema UPI Hamdan Ardiansyah.
Saat ini, sejumlah kasus yang menyeret Boediono belum juga tuntas. Kasus-kasus itu di antaranya penyaluran dana BLBI yang merugikan negara sampai Rp 700 triliun, skandal Bailout Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun serta skandal pajak Bank Mandiri yang merugikan negara Rp 2,2 triliun.
"Boediono harus bertanggungjawab atas dosanya pada bangsa Indonesia. Usut tuntas kasus yang menyangkut nama Boediono beserta kroninya. Adili Boediono," tegas Hamdan.
Dalam aksinya, massa membawa satu poster berukuran kecil bertuliskan 'Adili Boediono Segera'. Aksi berlangsung damai. Sementara polisi sigap berada di lokasi. Aksi hanya berlangsung beberapa menit dan massa langsung membubarkan diri.
(ors/avi)



Sending your message