detikcom
Rabu, 20/06/2012 15:54 WIB

Greenpeace Geruduk KFC Jalan Riau Bandung

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Belasan aktivis Greenpeace Indonesia menggeruduk restoran Kentucky Fried Chiken, Jalan RE Martadinata (Riau), Rabu (20/6/2012). Mereka memprotes penggunaan kemasan yang berasal dari perusakan hutan alam.

Dalam aksi ini 'Harimau Sumatera' dan kemasan KFC ukuran raksasa dibawa. Para aktivis itu juga membawa laporan terbaru berjudul ‘Bagaimana KFC Terlibat Perusakan Hutan’ kepada store manager.

Aksi mendatangi outlet KFC di Bandung ini dilakukan dalam rangkaian kampanye Greenpeace terhadap perusahaan makanan cepat saji yang terkait dengan kerusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia. Aksi serupa juga dilakukan di outlet KFC di Semarang dan Pekanbaru minggu lalu.

"Kami akan terus menyerukan kampanye ini agar KFC akhirnya berhenti dan berkomitmen untuk menggunakan kertas kemasan yang berasal dari sumber yang bertanggung jawab," kata Yuyun Indradi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Laporan terbaru Greenpeace berjudul 'Bagaimana KFC Terlibat Perusakan Hutan' mengungkapkan adanya keterlibatan sejumlah perusahaan makanan cepat saji seperti KFC dalam deforestasi di Indonesia.

Uji forensik pada kemasan KFC di Cina, Inggris dan Indonesia membuktikan adanya kandungan serat kayu dari hutan alam Indonesia. Kemasan sekali pakai yang kemudian dibuang menjadi sampah itu sangat tidak setara dengan kepunahan satwa langka dilindungi seperti harimau Sumatra, dan habitat ramin serta pengeringan lahan gambut.

Greenpeace telah meluncurkan kampanye online dengan menggunakan website parodi KFC. Website ini meminta kepada para pelanggan untuk ikut menyelamatkan hutan dan Harimau Sumatera yang terancam punah, dengan mengatakan kepada KFC untuk berhenti membeli kemasan yang bersumber dari perusakan hutan. Informasi lebih lanjut kunjungi www.KFC-secretrecipe.com.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ern/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%