detikcom
Rabu, 06/06/2012 08:16 WIB

Glintz Butik, Tawarkan Produk Trendi Harga Miring

Avitia Nurmatari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Perempuan mana yang tidak mau belanja murah namun tetap trendi? Rasanya sangat puas jika bisa mendapatkan barang bagus tapi dengan harga yang ringan di kantong.

Hal itu lah yang mendasari Aninda Nazmi (30) dan Dina Deliana (27) saat mencoba terjun ke dunia fesyen. Mulanya Aninda dan Dina berniat terjun ke bisnis fesyen dengan menjual produk orang lain.

Namun setelah menghitung untung dan ruginya, akhirnya di tahun 2010 mereka kemudian mencoba memulai bisnis dengan modal dan karya sendiri. "Setelah mencoba, ternyata nagih," ujar Dina kepada detikbandung.

Mengusung label Glintz, Dina dan Aninda kemudian memproduksi baju dan sepatu untuk dijual. Namun saat itu, mereka belum memiliki toko sendiri, masih nitip jual di salah satu butik.

Gayung bersambut, produk fesyen perdana mereka yang mengusung model drappery langsung menjadi best seller. Mendapat sambutan yang baik, menjadi pemicu semangat bagi mereka untuk menekuni bisnis ini. Setelah mencoba meluncurkan sepatu, mereka pun akhirnya menjual produk sepatu.

"Pertama yang kita bikin baju. Terus ke sini-sini sepatu menggiurkan," ujar Aninda menambahkan.

Soal guratan mode, Aninda dan Dina mengaku tak ada pakem khusus. Baik dari produk pakaian maupun sepatu.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%