Rabu, 28/03/2012 16:09 WIB

Perusakan Kantor Adira Dipicu Ambil Paksa Motor Angota GMB

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Sejumlah oknum anggota Gerakan Masyarakat Bersatu (GMB) merusak properti di kantor Adira Finance, Jalan Soekarno Hatta No.380, Rabu (28/3/2012). Pemicunya lantaran sepeda motor milik seorang anggota GMB, Yayat, diambil oleh pihak Adira.

"Awalnya saya dan Yayat datang ke Adira untuk menanyakan pengambilan paksa motor yang terjadi kemarin di daerah Cileunyi. Saya datang ke Adira tak bareng dengan anggota GMB. Tapi tadi pas datang, saya lihat seperti ada dari kelompok lain. Saya tidak tahu soal perusakan ini," jelas Ketua Umum GMB Jabar Nova Sopian saat ditemui di lokasi kejadian.

Nova mengatakan, kedatangan sekitar 20 anggota GMB itu sepertinya sebagai bentuk solidaritas terhadap Yayat. Ia datang bersama Yayat secara baik-baik untuk mempertanyakan pola pengambilan paksa di jalan yang dilakukan sekitar delapan orang debt collector dari pihak Adira.

"Yayat tidak tahu menahu motor yang dibeli dari seseorang itu ternyata bermasalah, yakni belum membayar cicilan selama 8 bulan. Kami menyayangkan ambil paksa itu," terang Nova.

Nova menyesalkan pula adanya oknum anggota GMB yang melakukan perusakan. Namun tak menutup kemungkinan ada pihak lain yang meyusup sehingga terjadi perusakan. "Itu yang melakukan oknum GMB. Saya melihat juga ada orang tak dikenal yang turut terlibat," ungkapnya.

Hingga pukul 15.30 WIB, puluhan polisi berjaga-jaga di lokasi kejadian. Sementara aktivitas kantor Adira ditutup sementara.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/tya)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%