Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 2,845.000
Berita Lain
-
Selasa, 21/05/2013 18:40 WIB
Jadi Penyebab Jalan Rusak, Tonase Angkutan Barang di Jabar akan Diperketat -
Selasa, 21/05/2013 17:20 WIB
Biadab, NN Perkosa Pacarnya Saat Sekarat hingga Tewas -
Selasa, 21/05/2013 17:06 WIB
Pelantikan Aher-Deddy Mizwar Ditutup dengan Pesta Rakyat di Gedung Sate -
Selasa, 21/05/2013 16:37 WIB
9 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang -
Selasa, 21/05/2013 16:16 WIB
Polisi Ringkus Pemerkosa & Pembunuh Siswi SMK di Rancaekek -
Selasa, 21/05/2013 15:29 WIB
Belum Ada Payung Hukum, Izin Kotak Amal di Bandung Diproses Provinsi
Indeks Berita
Forum Bandung
Selasa, 27/03/2012 18:59 WIB
Pelaku Pemukulan Jurnalis MNC TV Masih Misterius
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung -
Kasus pemukulan terhadap dua jurnalis MNC TV Bandung di Jalan Merdeka yang sudah ditangani Polrestabes Bandung hampir 2 bulan, belum menemukan titik terang. Siapa dan dimana pelakunya masih misterius.
"Kami sudah mendapatkan gambar dari kamera korban beberapa orang yang dilingkari diduga pelaku. Tapi 14 saksi yang sudah diperiksa tidak ada yang mengenali identitas pelaku pemukulan kepada jurnalis MNC TV," jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko di Mapolrestabes Bandung, Selasa (27/3/2012).
Wijonarko mengungkapkannya saat menerima audiensi dari para jurnalis yang tergabung Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Jabar. Turut hadir dalam pertemuan itu Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso beserta Kasubaghumas AKP Rosdiana.
Menurut Wijonarko, salinan gambar sejumlah pria yang sempat terekam kamera korban itu merupakan kejadian terfokus saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satpol PP Kota Bandung. "Jadi (gambar rekaman-red) bukan saat terjadinya pengeroyokan," kata Wijonarko.
Saksi yang turut dimintai keterangan terkait kejadian itu antara lain petugas Satpol PP, satpam BIP, petugas toko di BIP, dan beberapa SPG yang berada di lokasi kejadian. Polisi meminta kepada IJTI agar bersabar untuk memberikan kesempatan waktu menangkap pelaku. "Kami akan menguak siapa identitas pelaku itu," janji Wijonarko.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso menambahkan kasus penganiayaan yang menimpa jurnalis MNC TV pada 31 Januari lalu, menjadi perhatian khusus pihaknya. "Kami menghormati hak-hak jurnalis. Kasus ini bukan hanya menjadi atensi kami, tapi juga Kapolda Jabar," ungkapnya.
Menurut Abdul, hingga kini anak buahnya tetap bekerja melakukan penyelidikan agar ada kepastian hukum. Ia ingin membuktikan perkara ini ditangani serius serta sebagai memberikan perlindungan buat aktivitas para jurnalis di Bandung.
"Kami sedana mencari fakta dan bukti yang bisa mengarah kepada pelaku. Kalau lambat penanganannya, ini karena suatu proses. Nanti secepatnya akan dilakukan langkah penindakan. Tim khusus sudah dibentuk," terangnya.
Abdul menambahkan, sudah memerintahkan Kasatreskrim Polrestabes Bandung guna mengungkap kasus ini. Terutama menyelidiki provakator yang memicu terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.
Ketua IJTI Jabar Iman Nurdin mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara itu kepada aparat kepolisian. "Kami ingin kasus ini terungkap. Selain itu tidak hanya persoalan hukum saja yang ditekankan, tapi ini menjadi edukasi kepada masyarakat kalau intervensi dan menghalangi tugas jurnalis itu tidak dibenarkan. Aktivitas jurnalistik harus dilindungi," singkat Iman.
Dua awak media IMTV (MNC Grup) Agus Sigit dan Asep Sudrajat mengalami pemukulan oleh oknum PKL kepada dua awak IMTV (MNC Grup) di Jalan Merdeka pada 31 Januari lalu.
(bbn/tya)
Pelaku Pemukulan Jurnalis MNC TV Masih Misterius
Baban Gandapurnama - detikBandung
"Kami sudah mendapatkan gambar dari kamera korban beberapa orang yang dilingkari diduga pelaku. Tapi 14 saksi yang sudah diperiksa tidak ada yang mengenali identitas pelaku pemukulan kepada jurnalis MNC TV," jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko di Mapolrestabes Bandung, Selasa (27/3/2012).
Wijonarko mengungkapkannya saat menerima audiensi dari para jurnalis yang tergabung Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Jabar. Turut hadir dalam pertemuan itu Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso beserta Kasubaghumas AKP Rosdiana.
Menurut Wijonarko, salinan gambar sejumlah pria yang sempat terekam kamera korban itu merupakan kejadian terfokus saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satpol PP Kota Bandung. "Jadi (gambar rekaman-red) bukan saat terjadinya pengeroyokan," kata Wijonarko.
Saksi yang turut dimintai keterangan terkait kejadian itu antara lain petugas Satpol PP, satpam BIP, petugas toko di BIP, dan beberapa SPG yang berada di lokasi kejadian. Polisi meminta kepada IJTI agar bersabar untuk memberikan kesempatan waktu menangkap pelaku. "Kami akan menguak siapa identitas pelaku itu," janji Wijonarko.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso menambahkan kasus penganiayaan yang menimpa jurnalis MNC TV pada 31 Januari lalu, menjadi perhatian khusus pihaknya. "Kami menghormati hak-hak jurnalis. Kasus ini bukan hanya menjadi atensi kami, tapi juga Kapolda Jabar," ungkapnya.
Menurut Abdul, hingga kini anak buahnya tetap bekerja melakukan penyelidikan agar ada kepastian hukum. Ia ingin membuktikan perkara ini ditangani serius serta sebagai memberikan perlindungan buat aktivitas para jurnalis di Bandung.
"Kami sedana mencari fakta dan bukti yang bisa mengarah kepada pelaku. Kalau lambat penanganannya, ini karena suatu proses. Nanti secepatnya akan dilakukan langkah penindakan. Tim khusus sudah dibentuk," terangnya.
Abdul menambahkan, sudah memerintahkan Kasatreskrim Polrestabes Bandung guna mengungkap kasus ini. Terutama menyelidiki provakator yang memicu terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.
Ketua IJTI Jabar Iman Nurdin mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara itu kepada aparat kepolisian. "Kami ingin kasus ini terungkap. Selain itu tidak hanya persoalan hukum saja yang ditekankan, tapi ini menjadi edukasi kepada masyarakat kalau intervensi dan menghalangi tugas jurnalis itu tidak dibenarkan. Aktivitas jurnalistik harus dilindungi," singkat Iman.
Dua awak media IMTV (MNC Grup) Agus Sigit dan Asep Sudrajat mengalami pemukulan oleh oknum PKL kepada dua awak IMTV (MNC Grup) di Jalan Merdeka pada 31 Januari lalu.
(bbn/tya)



Sending your message
