Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 21,474.000
Berita Lain
-
Sabtu, 18/05/2013 15:38 WIB
106 PNS Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Simpatik Lodaya -
Sabtu, 18/05/2013 13:26 WIB
Istri Minta Dada Rosada Jangan Mangkir Diperiksa KPK -
Sabtu, 18/05/2013 12:09 WIB
Usai Rumah Digeledah KPK, Dada Absen Buka Bandung Fashion -
Jumat, 17/05/2013 17:57 WIB
Kecelakaan Kerja, 2 Pekerja Hotel Pullman di Dago Patah Tulang -
Jumat, 17/05/2013 15:45 WIB
2 Periode Kepemimpinan Dada Rosada, Alokasi APBD Tidak Proporsional -
Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB
KPK Diduga Geledah Kamar Tidur Dada Rosada di Pendopo
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Selasa, 27/03/2012 10:52 WIB
Dua 'Jenazah' Diusung Ribuan Buruh Penolak Kenaikan BBM
Oris Riswan Budiana - detikBandung
Bandung -
Sebanyak 1.000 lebih buruh dari tiga elemen buruh se-Bandung membawa dua 'jenazah' dalam aksi tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (27/3/2012).
Dua boneka yang dibentuk seperti jenazah tersebut dibungkus kain kafan dan diusung di hadapan massa. Boneka itu dimaksudkan sebagai simbol matinya hati nurani pemimpin di Indonesia. Di pinggir boneka jenazah tersebut tertulis 'Nurani Pemimpin Telah Mati. Selain itu, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi kecaman dan penolakan kenaikan BBM.
Poster dan spanduk itu pun dipasang di sekitar pagar halaman Gedung Sate. Beberapa tulisan yang terpasang di antaranya 'SBY Kami Mendukung Anda Untuk Mundur Tahun 2012', 'Kalau BBM Naik, Rakyat Frustasi Lalu Bunuh Diri' dan 'Buruh Beraksi Menolak BBM Naik, Titik'.
Dalam aksi buruh ini, polisi terpaksa memblokir Jalan Diponegoro mulai dari pertigaan Jalan Sentot Alibasya hingga Jalan Cilamaya.
Massa pun masih terus berdatangan sementara orasi baru saja dimulai sekitar pukul 10.15 WIB setelah sebelumnya mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Tiga elemen buruh yang terlibat dalam aksi yakni Serikat Pekerja Sseluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, serta Serikat Pekerja Nasional (SPN).
(ors/bbn)
Dua 'Jenazah' Diusung Ribuan Buruh Penolak Kenaikan BBM
Oris Riswan Budiana - detikBandung
Dua boneka yang dibentuk seperti jenazah tersebut dibungkus kain kafan dan diusung di hadapan massa. Boneka itu dimaksudkan sebagai simbol matinya hati nurani pemimpin di Indonesia. Di pinggir boneka jenazah tersebut tertulis 'Nurani Pemimpin Telah Mati. Selain itu, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi kecaman dan penolakan kenaikan BBM.
Poster dan spanduk itu pun dipasang di sekitar pagar halaman Gedung Sate. Beberapa tulisan yang terpasang di antaranya 'SBY Kami Mendukung Anda Untuk Mundur Tahun 2012', 'Kalau BBM Naik, Rakyat Frustasi Lalu Bunuh Diri' dan 'Buruh Beraksi Menolak BBM Naik, Titik'.
Dalam aksi buruh ini, polisi terpaksa memblokir Jalan Diponegoro mulai dari pertigaan Jalan Sentot Alibasya hingga Jalan Cilamaya.
Massa pun masih terus berdatangan sementara orasi baru saja dimulai sekitar pukul 10.15 WIB setelah sebelumnya mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Tiga elemen buruh yang terlibat dalam aksi yakni Serikat Pekerja Sseluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, serta Serikat Pekerja Nasional (SPN).
(ors/bbn)

Sending your message
