Detik.com News
Detik.com
Senin, 26/03/2012 10:13 WIB

10.250 Polisi Siap Amankan Demo Kenaikan BBM di Jabar

Baban Gandapurnama - detikNews
10.250 Polisi Siap Amankan Demo Kenaikan BBM di Jabar
Bandung - Sebanyak 10.250 personel jajaran Polda Jabar siap mengamankan demo jelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Jabar. Pedemo diimbau menjaga keamanan dan ketertiban.

"Jumlah tersebut terdiri dari 1.450 personel Polda Jabar dan 8.800 personel jajaran Polres," jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno saaat ditemui usai Gelar Pasukan Pengamanan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (26/3/2012).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaja.

Putut mengatakan, gelar pasukan ini dalam rangka pengecekan terakhir personel dan peralatan yang dimiliki oleh anggota setiap satuan.

"Kita sudah konsentrasi untuk pengamanan unjuk rasa BBM ini. Kita tentu tetap melakukan pelayanan terhadap pengunjuk rasa, artinya supaya tidak menganggu ketertiban umum dan menyampaikan aspirasinya secara tepat serta damai," jelas Putut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/tya)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%