Senin, 12/03/2012 08:49 WIB

Sushi Seblak, Kolaborasi Cita Rasa Lokal dan Moderen

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Belakangan, makanan khas Jepang berjuluk sushi kerap mewarnai deretan menu-menu kafe atau restoran di Bandung. Bahkan banyak tempat yang secara khusus menyajikan menu ini. Lama singgah di Indonesia, kini sushi tak lagi autentik dengan cita rasa Jepang. Banyak menu-menu sushi baru yang sudah disesuaikan dengan selera orang Indonesia.

Salah satu kafe yang memiliki menu sushi yang unik adalah SG7 yang ada di Jalan Sawunggaling No 7. Tak tanggung, di tempat ini sushi dikolaborasikan dengan makanan rakyat yakni seblak.

Seblak sendiri adalah camilan yang terbuat dari olaha kerupuk, cabai dan bumbu-bumbu dapur lainnya. Oleh tim kreatif menu SG7, seblak didaulat sebagai isi gulungan sushi tersebut.

Seperti layaknya sushi, satu gulung makanan Jepang itu terdiri dari pakcoy, wortel dan nori (rumput laut).. Tak lupa untuk menciptakan sensasi lain menyantap sushi, beberapa helai pun disajikan bersama toping sushi lainnya. Sebagai penyempurna, di bagian atas sushi diberi tobiko agar cita rasa sushi terasa.

"Selama ini seblak identik dengan makanan rakyat. Kita coba mengangkat makanan ini dengan memodifikasinya dengan menu Jepang," kata Pantry Man SG7 Marwan Akbar Salam kepada detikbandung.

Selain mengusung sushi seblak sebagai menu persembahan SG7, rentetan menu sushi original pun tersedia. Seperti seblak ayam. Seblak telur dan seblak tahu.

"Pembeli juga bisa request, mau seblak original atau dicampur. Misalnya seblak ayam tapi pengen ada tahu ada telornya juga biasa," kata Marwan.

Jadi tidak perlu gengsi untuk menyantap seblak. Karena seblak pun kini sudah naik kelas.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(avi/tya)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%