detikcom
Rabu, 29/02/2012 08:18 WIB

Asyiknya Berpetualang di Lactasari Farm

Avitia Nurmatari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Hiruk pikuk kota terkadang membuat otak penat. Dibutuhkan suasana alam yang hijau, jauh dari kebisingan kendaraan dan macetnya jalan raya. Di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di daerah Cimareme, terdapat sebuah peternakan yang cukup luas.

Dari luar, tidak tampak seperti sebuah peternakan. Hanya terlihat sebuah rumah yang tertutup dengan pagar tinggi. Tapi pintu tersebut selalu terbuka bagi siapa saja yang datang. Tinggal membunyikan klakson saja, penjaganya akan menyambut kita dengan ramah.

Peternakan tersebut bernama Lactasari Farm, lokasinya tak jauh dari gerbang tol Padalarang. Bagi yang datang dari Bandung, keluar gerbang tol padalarang belok kiri, tak jauh dari sana ada rumah di sebelah kanan jalan yang letaknya persis di depan pom bensin. Di sanalah kita bisa berpetualang di peternakan seluas 1 hektar ini.

Lactasari Farm sebetulnya adalah rumah pribadi milik Lili Natawijaya (57). Lili adalah lulusan Fakultas Peternakan di University of Hannover, Jerman di tahun 1975. Lactasari sendiri sudah ada sejak sekitar tahun 80-an.

Petualangan pun siap dimulai. Tidak ada loket karcis atau pintu masuk khusus, pemandu langsung mengajak kita mengelilingi peternakan. Suasana sejuk dan tenang begitu terasa. Rasanya tidak percaya peternakan ini berada di pinggir Jalan Raya Cimareme yang banyak berdiri pabrik-pabrik.

Pemandu bernama Isam (46) mengajak untuk mendekati kandang Rusa. Rombongan rusa tutul impor ini pun menghampiri saat pengunjung menyodorkan rumput gajah ke arah mereka.

"Rusa ini di impor dari Tibet, lalu kita kembangbiakkan di sini. Rusa ini juga sama seperti yang di Istana Bogor," ujar Isam kepada detikbandung.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(avi/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%