detikcom
Senin, 30/01/2012 17:27 WIB

Abdul Rakhman Baso Menjabat Kapolrestabes Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Pucuk pimpinan Polrestabes Bandung berganti. Kombes Pol Abdul Rakhman Baso dipercaya menggantikan Kombes Pol Widodo Eko Prihastopo. Abdul sebelumnya menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Jabar.

Widodo yang bertugas sekitar 6 bulan lebih sebagai Kapolrestabes Bandung, diangkat menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang PJR Korlantas Polri. Widodo saat ini dalam rangka Dik Sespimti tahun 2012. Sedangkan pengganti Abdul yakni Kombes Pol Waris Agono yang sebelumnya menjabat Kasat Brimob Kepulauan Riau.

Pergantian Kapolrestabes Bandung ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri No.ST/148/2012, REF KEP Kapolri Nomor KEP/37/I/2012 tertanggal 2012 yang isinya tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan sejumlah pejabat di lingkungan dan jajaran Polda Jabar mengalami pergantian. "Sertijab Kapolrestabes Bandung akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Selain Kapolrestabes Bandung, pejabat Polda Jabar yang diganti yakni Dir Krimum, Kasat Brimob, Kasubdit III Dit Rekrim Um, Kabag Psi Biro SDM, dan Karo Ops," jelas Martinus saat dihubungi wartawan, Senin (30/1/2012).

Martinus mengatakan, pergantian jabatan juga berlaku untuk Kapolres Ciamis, Sumedang, dan Karawang. Kapolres Ciamis yang semula AKBP Agus Santosa diganti AKBP Kemas Ahmad Yamin yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polrestabes Bandung. Sedangkan Agus menempati jabatan baru sebagai Wadirkrimum Polda Jawa Tengah.

Kapolres Sumedang yang sebelumnya yakni AKBP Arman Achdiat digantikan AKBP Eka Satria Bhakti yang awalnya bertugas Kabag Binkar Biro SDM Polda Jabar. Arman bergeser ke posisi baru sebagai Kapolres Karawang.

"Sedangkan Kapolres Karawang yang dulu yakni AKBP Merdisyam bertugas ditempat baru sebagai Wadir Intel Polda Jabar," ucap Martinus.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/bbn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%