Rabu, 16/11/2011 08:17 WIB

Nostalgia Jajanan Sunda Jadul Yuk!

Avitia Nurmatari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Tatar Sunda dikenal memiliki banyak keanekaragaman, mulai dari seni budayanya hingga kuliner. Hampir di semua daerah di tatar pasundan ini memiliki ciri khas makanan sendiri. Tak bisa dihitung ada berapa jumlah makanan yang bisa kita temui di setiap Kabupaten Kota di Jabar.

Sebut saja, Dede Wiratmadinata, niatnya untuk memperkenalkan kembali jajanan tradisional Sunda kepada masyarakat, diwujudkannya dengan membuka sebuah outlet kecil jajanan Sunda jaman baheula di Bali Heaven, Jalan Pasir Kaliki, Bandung.

Terinspirasi dari Amerika Latin yang memiliki pasar tradisional yang mengangkat tema daerah masing-masing, Dede kemudian mencoba mengadaptasinya dengan berjualan jajanan tradisonal di tengah maraknya jajanan modern di Indonesia.

"Saya pikir kenapa di Sunda tidak bisa seperti di sana (Amerika Latin-red). Padahal jajanan sunda itu lebih kaya, lebih beragam, dan rasanya lebih lezat," cerita Dede dengan antusias kepada detikbandung.

Tujuan Dede tak lain ingin menjaga warisan leluhur. Dede menginginkan jangan sampai generasi muda melupakan kekayaan jajanan sunda yang kini sudah nyaris tak dilirik.

"Saya ingin anak muda tahu, kalau sunda itu punya makanan unik. Rasanya juga tidak kalah enak dari yang modern," tegasnya.

Ada sekitar 26 macam jajanan jadul yang dijual Dede, di antaranya permen Kayu, angleng, jitdong, gulali kacang, jipang emping, noga, tengteng, sagon, aromanis dan masih banyak jajanan jadul lainnya.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%