Detik.com News
Detik.com

Senin, 14/11/2011 08:43 WIB

Sunda Metal, Warna Baru Pengadopsian Tradisi Lokal

Avitia Nurmatari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sunda Metal, Warna Baru Pengadopsian Tradisi Lokal
Bandung - Berpakaian hitam bergambar gambar tengkorak, suara garang, rambut gondrong, musik cadas identik dengan musik metal. Tapi bagi yang awam dengan musik metal ini, sesekali sempatkan melihat pertunjukan musik metal. Ada suasana baru yang berbeda dengan kondisi pementasan musik metal jaman dulu.

Pertunjukan musik metal belakangan ini sarat akan budaya dan tradisi Sunda. Mungkin sekitar sepuluh tahun lalu, jika datang ke pertunjukan musik metal dengan memakai pakaian tradisional sunda seperti baju pangsi dan iket akan terlihat aneh, atau mungkin jadi bahan ejekan. Tapi saat ini justru banyak yang memakai gaya tersebut sebagai identitas diri para metalhed.

Musik metal yang cadas dengan tempo cepat dan suara vokalisnya yang mengeram dengan serak, kini ditambah dengan bumbu-bumbu musik sunda seperti tarawangsa atau karinding.

Vokalis Jasad, Mohamad Rohman, atau yang tersohor dengan nama Man Jasad menuturkan, mulai tahun 2005 ia mulai mencoba mengadopsi tradisi sunda ke dalam musik death metal yang diusung oleh band-nya Jasad saat itu.

Kala itu, Man mencoba membuat beberapa lagu dengan menggunakan lirik bahasa sunda, seperti lagu Getih Jang Getih dan Kujang Rompang.

Menurut Man, jaman dulu anak metal segala sesuatunya cenderung kebarat-baratan. Padahal kita memiliki kebudayaan sendiri yang sangat luhur dan masih relevan jika diterapkan pada masa kini.

"Jadilah seperti sekarang, musiknya boleh metal, tapi jiwanya tetap Indonesia, tetap Sunda," kata Man kepada detikbandung.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%