Sabtu, 16/04/2011 16:20 WIB

Kerugian Akibat Puting Beliung di Rancaekek Capai Rp 2,1 Miliar

Oris Riswan Budiana - detikNews
Bandung - Kerugian akibat angin puting beliung yang terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Rabu (13/4/2011), ditaksir sekitar Rp 2,1 miliar. Hal itu berdasarkan data yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

"Total kerugiannya di atas Rp 2,1 miliar. Kerugian itu pun belum termasuk bangunan sekolah yang rusak akibat angin," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bandung Juhana Atmawisastra saat dihubungi detikbandung, Sabtu (16/4/2011).

Dijelaskan Juhana, kerugian terbesar terjadi di Desa Jelegong yang mencapai Rp 892 juta. Selanjutnya adalah Desa Nanjungmekar Rp 354 juta, Desa Sukamulya Rp 240 juta, Desa Sukamanah Rp 218 juta, Desa Linggar Rp 154 juta, Desa Haur Pugur Rp 120 juta, Desa Sangiang Rp 110 juta, Desa Bojongloa Rp 34 juta, dan Desa Cangkuang Rp 4 juta. Sementara Desa Bojongsalam masih dalam proses pendataan.

Juhana mengatakan, angin puting beliung di Rancaekek setidaknya mengakibatkan 683 rumah rusak ringan, 90 rumah rusak sedang, dan 12 rusak berat, termasuk salah satu sekolah di sana.

Sementara khusus untuk kawasan Cicalengka, kata Juhana, pihaknya masih melakukan pendataan. "Cicalengka masih diverifikasi," kata Juhana.

Namun berdasarkan laporan dari pihak Kecamatan Cicalengka kepada BPBD Kabupaten Bandung pada Kamis (14/4/2011), kerugian di Cicalengka hanya sekitar Rp 66 juta. Di mana, angin merusak 89 rumah dan bangunan lainnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ors/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%