detikcom
Rabu, 23/03/2011 11:18 WIB

Guru Besar Fisip Unpad Tutup Usia

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Prof Kusnaka Adimihardja (70), guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran meninggal dunia pada pukul 00.30 WIB, Rabu (23/3/2011). Mantan Dekan Fisip Unpad periode 1994-1998 ini menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hasan Sadikin karena sakit.

Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah Almarhum diberangkatkan ke Gunung Puyuh Sumedang untuk dimakamnkan. Sebelumnya almarhum disemayamkan di Masjid Al Jihad Unpad, Jalan Dipati Ukur.

"Unpad merasa kehilangan dengan sosok Almarhum yang semasa hidupnya aktif melakukan kajian pemanfaatan tradisi dan pengetahuan lokal (indigenous knowlegde) untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Ganjar dalam rilis yang diterima detikbandung.

Kusnaka Adimihardja lahir di Desa Panawangan, Ciamis pada 18 Juni 1940. Anak ke-6 dari tujuh bersaudara dari pasangan R Toyib Adimihardja dan R Ratna Suhaemi ini mengawali kuliahnya di Antropologi Unpad tahun 1962. Setahun sebelumnya, ia sempat kuliah juga di Fakultas Publisistik (Fikom-red) Unpad dan Fisip Universitas Pasundan, namun tidak lama.

Guru besar Unpad ini menyelesaika pendidikan S1 di jurusan Antropologi Unpad dan S2 di Australian National University, dan S3 di University kebangsaan Malaysia. Ia juga sempat menjadi Ketua Jurusan Antropologi tahun 1977-1979.

Semasa muda, Kusnaka aktif di sejumlah organisasi seperti Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI), dan Dewan Mahasiswa Unpad. Beberapa penghargaan yang pernah diarain, diantaranya, Satya Karya Bhakti dari Rektor Unpad dan Satyalenncana Karya Satya dari Presiden RI.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(tya/tya)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%