Cari Penawaran Terbaik di Sini



Berita Lain

Indeks Berita

Senin, 14/02/2011 08:59 WIB
Panas Bumi di Indonesia Energi yang Belum Diunggulkan
Bilqis - detikBandung


Bandung - Seminar Indonesian Undergraduate Geophysics Competition (IUGC) 2011 yang diselenggarakan HIMA TG “TERRA” ITB, Sabtu, 12 Februari 2011 di Aula Timur ITB, menjadi pembuka untuk rangkaian acaranya yang lain.

Bertemakan 'Geothermal: Our Saviour for a Better Tomorrow' dengan enam pembicara ahli di antaranya, R. Sukhyar (Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM), M. Yustin Kamah (VP Pengelolaan Sumber Daya Pertamina Geothermal), Surya Dharma (Presiden Asosiasi Panas Bumi Indonesia), Yudi Indra Kusumah (Lead Geoscientist Star Energy Wayang Windu), T.A. Sanny (Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat ITB), dan Ali Akbar (Deputi Direktur WALHI) terbilang sukses.

Peserta yang hadir dari berbagai kalangan mahasiswa dan universitas di Indonesia tampak antusias dengan isu baru yang diangkat pada seminar ini.

Sesi pertama seminar diawali oleh R. Sukhyar dengan judul Pengembangan Panas Bumi di Indonesia: Menanti Pembuktian yang menggaris bawahi bahwa perlu adanya ketegasan dari pemerintah untuk menetapkan harga listrik dari panas bumi kepada PLN.

Dilanjutkan oleh M. Yustin Kamah yang mengangkat peran geofisika, geologi, maupun geokimia dalam explorasi, exploitasi, dan monitoring produksi geothermal. Dan juga keprihatinan masalah pemanfaatan energi panas bumi yang masih hanya 4% dari potensi panas bumi Indonesia yang mencapai 40% dari potensi di dunia.

Terakhir oleh Surya Dharma dengan mengupas gambaran sektor geothermal di Indonesia saat ini, landasan hukum pengembangan panas bumi, serta keunggulan panas bumi sebagai energi yang terbarukan. Selain itu, Surya Dharma juga menitik beratkan wacana geothermal bukan sebagai energi alternatif, melainkan sebagai energi utama.

Pada sesi kedua, Yudi Indra Kusumah berbagi pengalaman bagaimana meminimalisir risiko pada explorasi geothermal, serta aplikasi beberapa metode baru yang dikembangkan—khususnya di wilayah Wayang Windu.

Selanjutnya T.A. Sanny membangkitkan semangat peserta seminar dengan presentasi yang menekankan perlunya institusi pendidikan dan riset geothermal bertaraf tidak tanggung-tanggung—internasional. Hal ini harus dilakukan demi meningkatkan SDM Indonesia.

Pembicara penutup pada sesi kedua adalah Ali Akbar dengan menjelaskan eliminasi dampak buruk exploitasi sumber-sumber kehidupan, mengingatkan peran penting mahasiswa untuk mengembangkan energi terbarukan, dan lagi-lagi masalah kebijakan energi Indonesia yang perlu diperbaiki.

Seminar ditutup dengan pemberian plakat kepada pembicara dan pembagian door price dan sertifikat kepada para peserta. Rangkaian acara IUGC 2011 terdekat adalah kompetisi yang merupakan inti acara, tanggal 14-15 Februari 2011.
(gst/gst)


Share

Foto Lain

Fotolain

Baca juga :