detikcom
Selasa, 11/01/2011 11:49 WIB

Akreditasi C, Ratusan Mahasiswa Poltek Telkom Unjuk Rasa

Andrian Fauzi - detikNews
Bandung - Sekitar 300an mahasiswa Politeknik Telkom (Poltek Telkom) menggelar aksi demonstrasi. Mereka mempertanyakan program pendidikan (prodi) Teknik Komputer yang terakreditasi C.

"Prodi Teknik Komputer terakreditasi C. Padahal prodi yang lain dapat B untuk akreditasinya," ujar Presiden Mahasiswa Poltek Telkom, Geni Isno Murti kepada detikbandung disela-sela aksi yang digelar di halaman Kampus Poltek Telkom, Jalan Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Selasa (11/1/2011).

Saat ini, Poltek Telkom memiliki tiga prodi. Ketiganya adalah Prodi Komputerisasi Akutansi, Prodi Manajemen Informatika dan Prodi Teknik Komputer.

"Teman-teman panas, disebabkan waktu mengajukan ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), semua prodi dalam kondisi sama. Sama-sama tidak memiliki fasilitas laboratorium. Tapi hasilnya berbeda," terangnya.

Dengan akreditasi C tersebut, Geni mengatakan bahwa mahasiswa Teknik Komputer tidak bisa melanjutkan ke universitas.

"Padahal ada beberapa lulusan sini yang ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas. Tapi mereka tidak akan bisa karena akreditasinya C. Kasihan mereka," ungkap mahasiswa prodi Komputerisasi Akutansi angkatan 2008 ini.

Selain menyoroti masalah akreditasi, demo yang diikuti oleh semua prodi ini juga mempertanyakan masalah pembayaran biaya kuliah.

"Kita bayar reguler Rp 5 juta per semester. Tapi 2 minggu yang lalu ada surat ke orang tua kita yang mengatakan bahwa pembayaran biaya kuliah menjadi per SKS sebesar Rp 200 ribu per SKS. Surat itu ditandatangani wakil direktur Poltek. Tapi saat kita mau bayar, dari pihak kampus malah menagih Rp 5 juta per semester. Akibatnya orang tua kita jadi tidak percaya," katanya berapi-api.

Hingga pukul 11.00 WIB aksi masih berlangsung. Sebelumnya managemen Poltek Telkom sempat menemui para mahasiswa yang menggelar orasi. Direktur Poltek Telkom, Budi Sulistyo pun juga sempat menjawab beberapa pertanyaan dari mahasiswanya. Setelah memberikan statment, managemen langsung mengadakan rapat untuk membahas masalah tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(afz/avi)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%