detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 11/01/2011 11:49 WIB

Akreditasi C, Ratusan Mahasiswa Poltek Telkom Unjuk Rasa

Andrian Fauzi - detikNews
Bandung - Sekitar 300an mahasiswa Politeknik Telkom (Poltek Telkom) menggelar aksi demonstrasi. Mereka mempertanyakan program pendidikan (prodi) Teknik Komputer yang terakreditasi C.

"Prodi Teknik Komputer terakreditasi C. Padahal prodi yang lain dapat B untuk akreditasinya," ujar Presiden Mahasiswa Poltek Telkom, Geni Isno Murti kepada detikbandung disela-sela aksi yang digelar di halaman Kampus Poltek Telkom, Jalan Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Selasa (11/1/2011).

Saat ini, Poltek Telkom memiliki tiga prodi. Ketiganya adalah Prodi Komputerisasi Akutansi, Prodi Manajemen Informatika dan Prodi Teknik Komputer.

"Teman-teman panas, disebabkan waktu mengajukan ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), semua prodi dalam kondisi sama. Sama-sama tidak memiliki fasilitas laboratorium. Tapi hasilnya berbeda," terangnya.

Dengan akreditasi C tersebut, Geni mengatakan bahwa mahasiswa Teknik Komputer tidak bisa melanjutkan ke universitas.

"Padahal ada beberapa lulusan sini yang ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas. Tapi mereka tidak akan bisa karena akreditasinya C. Kasihan mereka," ungkap mahasiswa prodi Komputerisasi Akutansi angkatan 2008 ini.

Selain menyoroti masalah akreditasi, demo yang diikuti oleh semua prodi ini juga mempertanyakan masalah pembayaran biaya kuliah.

"Kita bayar reguler Rp 5 juta per semester. Tapi 2 minggu yang lalu ada surat ke orang tua kita yang mengatakan bahwa pembayaran biaya kuliah menjadi per SKS sebesar Rp 200 ribu per SKS. Surat itu ditandatangani wakil direktur Poltek. Tapi saat kita mau bayar, dari pihak kampus malah menagih Rp 5 juta per semester. Akibatnya orang tua kita jadi tidak percaya," katanya berapi-api.

Hingga pukul 11.00 WIB aksi masih berlangsung. Sebelumnya managemen Poltek Telkom sempat menemui para mahasiswa yang menggelar orasi. Direktur Poltek Telkom, Budi Sulistyo pun juga sempat menjawab beberapa pertanyaan dari mahasiswanya. Setelah memberikan statment, managemen langsung mengadakan rapat untuk membahas masalah tersebut.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(afz/avi)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close