Detik.com News
Detik.com
Kamis, 07/10/2010 18:25 WIB

10 Perwira Tinggi dan Menengah Polda Jabar Tempati Jabatan Baru

Oris Riswan Budiana - detikNews
Halaman 1 dari 2
10 Perwira Tinggi dan Menengah Polda Jabar Tempati Jabatan Baru
Bandung - Selain Irjen Pol Suparni Parto yang menggantikan Irjen Pol Sutarman sebagai Kapolda Jabar, 10 perwira tinggi dan menengah di lingkungan Polda Jabar juga mengalami perubahan jabatan.

Penggantian Kapolda Jabar adalah berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor STR/786/X/2010 tanggal 4 Oktober pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Sementara mutasi bagi 10 perwira tinggi dan menengah lainnya di lingkungan Polda Jabar didasarkan pada Surat Telegram Kapolri nomor STR/772/IX/2009 tanggal 29 September tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Berikut nama-nama perwira yang mengalami perubahan struktur di lingkungan Polda Jabar.

1. Brigjen Pol Drs Budi Winarso
Jabatan lama: Wakapolda Jabar
Jabatan baru: Kapolda Kepri

2. Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar
Jabatan lama: Dir III/Kor Dan WCC Bareskrim Polri
Jabatan baru: Wakapolda Jabar

3. Kombes Pol Drs Tubagus Anis Angkawijaya, M.Si
Jabatan lama: Irwasda Polda Jabar
Jabatan baru: Dir Prog Pasca Sarjana STIK LemdikpolNext

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ors/avi)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%