Detik.com News
Detik.com
Kamis, 12/08/2010 11:27 WIB

Roundtank, Sepeda Ontel yang Disulap jadi Motor

Ditta Aditya Pratama - detikNews
Roundtank, Sepeda Ontel yang Disulap jadi Motor
Bandung - Bila dilihat sekilas, memang nampak seperti sepeda ontel biasa. Ada kayuhan, setang sepeda, dan ban seukuran sepeda. Ternyata Roundtank bukan sembarang sepeda ontel. Jadi, apa itu Roundtank? Ternyata, Rountank adalah sepeda ontel yang dipasang mesin.

Kendaraan ini yang selayaknya dikatakan sepeda motor, sebab ini benar-benar merupakan sepeda yang diberi motor. Saat dinyalakan, suara bising dan asap knalpot khas mesin dua roda tak menenggelamkan bayangan kita tentang sepeda ontel.

Uniknya, Roundtank ini tak bisa diperoleh di dealer atau showroom layaknya sepeda motor lainnya. Tidak ada Roundtank asli karena semuanya handmade.

"Ini kita buat dari sepeda onthel. Tapi banyak yang kita potong-potong untuk dudukan mesin. Nah, mesinnya biasanya kita pakai mesin stamper (timbris), alat untuk meratakan jalan. Itu kapasitasnya 80cc. Tapi ada juga yang pakai mesin gokart, kapasitasnya 180cc. Motor kalah tuh," ujar M. Irfan Agustian (32), Ketua Harian Barudak Roundtank Bandung (BARON).

Proses pembuatan roundtank dari bahan mentah hingga jadi memang memakan waktu tidak sebentar. Paling cepat 1 bulan, itu juga kalau dikerjakan ramai-ramai. Rata-rata produksi bisa memakan waktu satu setengah hingga tiga bulan. Apalagi kalau diminta detil, waktu produksi bisa memakan waktu lebih dari tiga bulan.

Ketika dilihat, memang hampir tidak ada Roundtank yang serupa. Semuanya berbeda, minimal mirip di satu bagian saja. Misalnya, mesin ada yang sama-sama menggunakan mesin stamper.

"Ya Roundtank punya saya ini dibuatnya sekitar 1,5 bulan. Santai sih. Kalau soal bahan baku, kita emang sudah punya supplier. Soal spare part lain, kita ambil punya motor. Contohnya piston bisa pakai punya suzuki RC-100. Lalu rem pake teromol motor bebek. Karburator juga pakai punya motor dua tak," jelas Irpan.

Kreativitas komunitas ini memang patut diacungi jempol. Bahkan kreativitas mereka tersohor hingga daerah lain. Hebatnya, tidak hanya dari pihak lokal, kreativitas mereka juga diacungi jempol oleh bikers mancanegara.

"Ya kita pernah diminta buat Roundtank sama orang Kanada. Malaysia juga pernah. Kalau lokal, paling jauh sudah sampai Kalimantan dan Bali," ungkap Irpan.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(tya/tya)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%