detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 19:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 12/08/2010 11:27 WIB

Roundtank, Sepeda Ontel yang Disulap jadi Motor

Ditta Aditya Pratama - detikNews
Bandung - Bila dilihat sekilas, memang nampak seperti sepeda ontel biasa. Ada kayuhan, setang sepeda, dan ban seukuran sepeda. Ternyata Roundtank bukan sembarang sepeda ontel. Jadi, apa itu Roundtank? Ternyata, Rountank adalah sepeda ontel yang dipasang mesin.

Kendaraan ini yang selayaknya dikatakan sepeda motor, sebab ini benar-benar merupakan sepeda yang diberi motor. Saat dinyalakan, suara bising dan asap knalpot khas mesin dua roda tak menenggelamkan bayangan kita tentang sepeda ontel.

Uniknya, Roundtank ini tak bisa diperoleh di dealer atau showroom layaknya sepeda motor lainnya. Tidak ada Roundtank asli karena semuanya handmade.

"Ini kita buat dari sepeda onthel. Tapi banyak yang kita potong-potong untuk dudukan mesin. Nah, mesinnya biasanya kita pakai mesin stamper (timbris), alat untuk meratakan jalan. Itu kapasitasnya 80cc. Tapi ada juga yang pakai mesin gokart, kapasitasnya 180cc. Motor kalah tuh," ujar M. Irfan Agustian (32), Ketua Harian Barudak Roundtank Bandung (BARON).

Proses pembuatan roundtank dari bahan mentah hingga jadi memang memakan waktu tidak sebentar. Paling cepat 1 bulan, itu juga kalau dikerjakan ramai-ramai. Rata-rata produksi bisa memakan waktu satu setengah hingga tiga bulan. Apalagi kalau diminta detil, waktu produksi bisa memakan waktu lebih dari tiga bulan.

Ketika dilihat, memang hampir tidak ada Roundtank yang serupa. Semuanya berbeda, minimal mirip di satu bagian saja. Misalnya, mesin ada yang sama-sama menggunakan mesin stamper.

"Ya Roundtank punya saya ini dibuatnya sekitar 1,5 bulan. Santai sih. Kalau soal bahan baku, kita emang sudah punya supplier. Soal spare part lain, kita ambil punya motor. Contohnya piston bisa pakai punya suzuki RC-100. Lalu rem pake teromol motor bebek. Karburator juga pakai punya motor dua tak," jelas Irpan.

Kreativitas komunitas ini memang patut diacungi jempol. Bahkan kreativitas mereka tersohor hingga daerah lain. Hebatnya, tidak hanya dari pihak lokal, kreativitas mereka juga diacungi jempol oleh bikers mancanegara.

"Ya kita pernah diminta buat Roundtank sama orang Kanada. Malaysia juga pernah. Kalau lokal, paling jauh sudah sampai Kalimantan dan Bali," ungkap Irpan.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(tya/tya)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%