Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 118,178.000 -
Rp 3,253.000
Berita Lain
-
Rabu, 27/04/2011 13:40 WIB
Taman Batu Museum Geologi
Asik, Pengunjung Bebas Colek Batu Pra Zaman Dinosaurus -
Rabu, 27/04/2011 11:57 WIB
Taman Batu Wahana Baru Museum Geologi -
Rabu, 29/12/2010 08:51 WIB
Mau Jalan-jalan ke Kalimantan Barat? Datang Saja ke Museum KAA! -
Selasa, 09/03/2010 09:05 WIB
SAU Siap Dirikan Museum Angklung -
Senin, 01/03/2010 10:03 WIB
Mitra Arum
Terus Eksis Membuat Alat Musik Tradisional Sunda
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Rabu, 04/08/2010 10:39 WIB
Belajar Sejarah Bangsa Asia dan Afrika di Wajah Baru Museum KAA
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung -
Jangan mengaku orang Bandung kalau belum tahu di mana Museum Konperensi Asia Afrika (KAA). Sempat beberapa kali direnovasi, museum ini tetap kental akan sejarah yang tak pantas untuk dilupakan.
Gedung ini pertama kali dibangun tahun 1895. Pembangunannya diprakarsai oleh sebuah komunitas orang-orang Eropa yang tergabung dalam perhimpunan Societeit
Concordia. Komunitas ini terdri dari para tuan kebun teh, elit Eropa, dan para pejabat kolonial Bandung.
Societeit Concordia kemudian direnovasi pada tahun 1940 dan dirancang ulang oleh AF Albers dengan gaya Moderen International Style. Kini gedung tersebut difungsikan sebagai Museum KAA (MKAA).
Museum ini diresmikan Presiden RI Soeharto 24 April 1980 pada peringatan 25 tahun KAA. Tahun 2005 museum ini direnovasi kembali. "Perubahan akan kita
lakukan terus menerus, menuju museum dengan berbagai ruang pilar-pilar kemitraan Asia Afrika," ujar Kepala Museum KAA Iman Pasha.
Menurut Isman meski tahun 2010 ini angka kunjungan ke museum KAA meningkat, namun masih ada saja warga Kota Bandung yang tidak mengetahui dimana lokasi
MKAA.
"Pernah ada murid SMA dari Ujungberung mau ke sini, sampai nelepon ke gurunya nanya-nanya dimana Museum KAA, padahal dia udah ngelewatin dan nyampe ke
alun-alun," tutur Isman.
MKAA memiliki fasilitas sebuah perpustakaan moderen yang menyimpan aneka koleksi dokumentatif. Di antaranya buku-buku sejarah, sosial, politik dan budaya
negara-negara Asia Afrika, dokumen KAA, KTT Asia Afrika 2005, majalan, serta surat kabar.
Kini perpustakaan museum sudah dilengkapi fasilitas Wi-Fi dan fasilitas bagi penyandang cacat. Fasilitas lain yang bisa diakses publik, yaitu ruang audio
visual. Di dalamnya bisa disaksikan film-fil dokumenter mengenai kondisi dunia tahun 1950-an. Di ruangan tersebut terdapat pula film-film bertema sosial budaya bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
(avi/ern)
Belajar Sejarah Bangsa Asia dan Afrika di Wajah Baru Museum KAA
Avitia Nurmatari - detikBandung
Gedung ini pertama kali dibangun tahun 1895. Pembangunannya diprakarsai oleh sebuah komunitas orang-orang Eropa yang tergabung dalam perhimpunan Societeit
Concordia. Komunitas ini terdri dari para tuan kebun teh, elit Eropa, dan para pejabat kolonial Bandung.
Societeit Concordia kemudian direnovasi pada tahun 1940 dan dirancang ulang oleh AF Albers dengan gaya Moderen International Style. Kini gedung tersebut difungsikan sebagai Museum KAA (MKAA).
Museum ini diresmikan Presiden RI Soeharto 24 April 1980 pada peringatan 25 tahun KAA. Tahun 2005 museum ini direnovasi kembali. "Perubahan akan kita
lakukan terus menerus, menuju museum dengan berbagai ruang pilar-pilar kemitraan Asia Afrika," ujar Kepala Museum KAA Iman Pasha.
Menurut Isman meski tahun 2010 ini angka kunjungan ke museum KAA meningkat, namun masih ada saja warga Kota Bandung yang tidak mengetahui dimana lokasi
MKAA.
"Pernah ada murid SMA dari Ujungberung mau ke sini, sampai nelepon ke gurunya nanya-nanya dimana Museum KAA, padahal dia udah ngelewatin dan nyampe ke
alun-alun," tutur Isman.
MKAA memiliki fasilitas sebuah perpustakaan moderen yang menyimpan aneka koleksi dokumentatif. Di antaranya buku-buku sejarah, sosial, politik dan budaya
negara-negara Asia Afrika, dokumen KAA, KTT Asia Afrika 2005, majalan, serta surat kabar.
Kini perpustakaan museum sudah dilengkapi fasilitas Wi-Fi dan fasilitas bagi penyandang cacat. Fasilitas lain yang bisa diakses publik, yaitu ruang audio
visual. Di dalamnya bisa disaksikan film-fil dokumenter mengenai kondisi dunia tahun 1950-an. Di ruangan tersebut terdapat pula film-film bertema sosial budaya bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
(avi/ern)

Sending your message
